INSIBERNEWS - Saat ini terdapat wacana bahwa program makan gratis dari Prabowo-Gibran akan memberikan susu ikan alih-alih susu sapi.
Susu ikan, meskipun kurang dikenal dibandingkan susu sapi, mulai mendapatkan perhatian sebagai alternatif bergizi dalam dunia nutrisi.
Terutama di negara-negara Asia, susu ikan telah lama menjadi bagian dari diet tradisional karena manfaat kesehatannya yang unik.
Baca Juga: Sempat Cetak Gol Penyama Kedudukan, Inilah Profil Riyan Ardiansyah: Umur hingga Akun Instagram
Susu ikan dibuat dengan mengolah ikan segar, biasanya ikan yang kaya lemak seperti salmon atau sarden.
Proses pembuatannya melibatkan ekstraksi protein dan lemak dari ikan, kemudian diolah menjadi bentuk susu yang dapat dikonsumsi.
Salah satu keunggulan utama susu ikan adalah kandungan omega-3 yang tinggi, yang dikenal dapat mendukung kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan mendukung fungsi otak.
Baca Juga: Pertandingan Sepak Bola PON Aceh - Sulteng Berbuntut Panjang, PSSI akan Berikan Sanksi Berat
Selain itu, susu ikan juga kaya akan vitamin D dan mineral seperti kalsium dan fosfor, yang penting untuk kesehatan tulang.
Kelebihan lain dari susu ikan adalah kemampuannya untuk mengurangi risiko alergi dibandingkan susu sapi, karena protein dalam susu ikan tidak sama dengan protein susu sapi yang seringkali menyebabkan reaksi alergi.
Ini menjadikannya alternatif yang baik bagi mereka yang tidak dapat mengonsumsi susu sapi karena intoleransi atau alergi.
Baca Juga: Heboh Indodax Diretas! Kenali Jenis-jenis Crypto Attack dan Ketahui Cara Menghindarinya
Namun, ada beberapa tantangan dalam penerimaan susu ikan, termasuk rasa dan bau yang kuat yang mungkin tidak disukai oleh semua orang.
Artikel Terkait
Catat! Ini Manfaat Susu Unta bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui
Ini Bedanya Susu Minimarket Yang Ada Didalam Kulkas Dan Diluar
Tiada Tanding! Mudahnya Buat Sendiri Resep Susu Jahe Merah Untuk Menghilangkan Penat dan Menimbulkan Kehangatan Bagi Tubuh
Mengapa Minum Kopi Tanpa Gula dan Susu Adalah Pilihan Terbaik untuk Kesehatan
Penasaran! Apakah Benar Bakteri dalam Susu Berfermentasi Baik untuk Usus?