INSIBERNEWS - Di tengah serangan yang dilakukan oleh Israel ke markas perdamaian di Lebanon, ternyata Indonesia menjadi negara dengan penyumbang pasukan permainan terbanyak dalam UNIFIL.
UNIFIL, atau United Nations Interim Force in Lebanon, merupakan misi penjaga perdamaian yang dibentuk oleh PBB pada tahun 1978.
Tujuannya adalah untuk menjaga perdamaian dan keamanan di Lebanon selatan setelah invasi Israel.
Baca Juga: Rangkaian Skincare Alami untuk Pesona Abadi, Hadirkan Kecerahan Wajah Tanpa Batas
UNIFIL bertugas memantau gencatan senjata, membantu dalam pengembalian pengungsi, dan mendukung otoritas Lebanon dalam menegakkan keamanan.
Misi ini melibatkan pasukan dari berbagai negara, yang beroperasi di bawah mandat PBB.
Pasukan perdamaian Indonesia yang berada di Lebanon memiliki sejumlah tugas yaitu:
Baca Juga: 13 Kontrakan Terbakar di Kota Bandung, 13 Mobil Pemadam Diterjunkan
- Patroli kendaraan dan kaki di kawasan Blue Line (garis demarkasi Israel dan selatan Lebanon).
- Observasi aktivitas warga.
- Patroli bersama dengan Angkatan Bersenjata Lebanon.
- Melakukan pengawasan perairan teritorial Lebanon dan operasi interdiksi maritim - khusus bagi pasukan yang tergabung dalam Satgas Maritim (MTF).
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @matanajwa (15/10/2024), sejak tahun 2006, SBY mengirimkan Kontingen Garuda untuk misi perdamaian di Lebanon, UNIFIL.
Hal tersebut dilakukan oleh SBY karena adanya permintaan dari Sekretaris Jenderal PBB.
Kemudian Indonesia menjadi negara penyumbang pasukan perdamaian terbanyak di UNIFIL.
Baca Juga: Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Resmi Jadi Orang Tua, Intip Arti Nama Buah Hati Mereka
Artikel Terkait
Tanggapi Serangan Israel yang Akibatkan 2 TNI terluka, PBB : Kami Bersama Rakyat Indonesia
Satu Tahun Sejak Serangan Hamas ke Israel, Gencatan Senjata Penuh Masih Belum Jelas Kepastiannya
Warga Israel Berbondong-bondong Emigrasi, Hindari Konflik Dengan Gaza
KEJI! Israel Bakar Hidup-hidup Warga Palestina Di Pengungsian, 4 Orang Tewas
2 Tank Israel Hancurkan Gerbang Markas Pasukan Perdamaian di Lebanon, PBB : Kejahatan Perang!