Satu Tahun Sejak Serangan Hamas ke Israel, Gencatan Senjata Penuh Masih Belum Jelas Kepastiannya

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 09:40 WIB
Potret Gaza Palestina dalam peta dunia.  (Unsplash.com / CHUTTERSNAP)
Potret Gaza Palestina dalam peta dunia. (Unsplash.com / CHUTTERSNAP)

INSIBERNEWS - Sudah setahun berlalu sejak serangan Hamas ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023, menjadi alasan bagi Israel untuk melakukan genosida (pembantaian besar-besaran) terhadap warga Gaza hingga hari ini.

Militer Israel atau IDF yang tak pandang bulu dalam menghabisi nyawa, membuat banyak warga sipil di Gaza yang menjadi korban.

Warga sipil yang tak bersalah itu, bahkan dianggap militer Israel sebagai teroris yang berupaya menutupi informasi tentang pasukan Hamas.

Baca Juga: Menyoroti Serangan Rudal Iran ke Israel, Intip Kekuatan Militer Keduanya

Mengutip dari Al Jazeera, serangan Hamas terhadap Israel itu menewaskan 1.139 orang dan 250 orang ditangkap dan dibawa ke Jalur Gaza.

Israel diklaim telah membunuh lebih dari 41.900 orang dalam genosida terhadap warga Palestina yang terjebak dalam 'penjara besar' di Gaza.

Berikut rangkuman kronologi peristiwa serangan Hamas ke Israel hingga upaya terkini terkait gencatan senjata penuh demi perdamaian kedua pihak.

Baca Juga: Intip! Berikut 5 Rudal Paling Mematikan di Dunia yang Miliki Kecepatan Tinggi

Seputar Peristiwa 7 Oktober 2023
Kelompok bersenjata Palestina yang dipimpin sayap bersenjata Hamas, menyerang sejumlah kawasan di wilayah selatan Israel.

Kala itu, pejabat Israel menyoroti 250 orang ditawan, termasuk wanita, pria, anak-anak, dan orang tua.

Israel menyebut di antara mereka ada 23 warga negara asing (WNA) yang bekerja atau belajar di Israel, yaitu Thailand, Nepal, dan Filipina.

Baca Juga: Bahrain Kena Serangan Siber! Banyak Tempat di Google Maps Berubah Nama Jadi AFC Mafia

Namun, nyatanya tidak ada satu pun WNA yang berasal dari negara yang disebutkan mereka saat Hamas mulai membebaskan para tawanan.

Saat itu, Hamas membebaskan 15 orang yang berasal dari Meksiko, Jerman, Argentina, Irlandia, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: Media Internasional, UN Org, HRW Org, UNRWA Org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X