Akibatnya, banyak warga terjebak dalam masalah utang yang mengganggu stabilitas keuangan mereka.
Pemerintah dan lembaga terkait perlu meningkatkan edukasi keuangan agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola utang.
Baca Juga: Apakah Menguap Menular? Intip Penjelasannya Disini
Selain itu, pengaturan yang lebih ketat terhadap perusahaan Pay Later juga sangat diperlukan untuk melindungi konsumen dari praktik yang merugikan.
Dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini, keseimbangan antara akses mudah ke layanan keuangan dan perlindungan konsumen harus diutamakan untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Namun demikian, rasio pembayaran macet atau Non Performing Finance (NPF) gros berada di angka yang rendah yaitu 2,52% pada bulan Agustus. Angka tersebut membaik dari bulan Juli yang memiliki NPF 2,82%.***
Artikel Terkait
Tak Bisa Bayar Utang dan Kalah Saing, Kini Tupperware Resmi Bangkrut
Perbedaan Utang Konsumtif dan Utang Produktif: Memahami Pengelolaan Keuangan yang Tepat
Prancis Bakal Pakai Perusahaan Besar dan Orang Kaya Untuk Bayar Utang Negara Dengan Pajak!
Jebakan Finansial Kartu Kredit Bikin Boros! Ini Cara Cerdas Menghindari Jeratan Utang Konsumtif
Tingginya Utang Pinjol Masyarakat Ternyata Gambaran Kelas Menengah ke Bawah yang Kesulitan, Kok Bisa?