INSIBERNEWS - Stadion Kanjuruhan sempat direnovasi pada 21 Juli 2023 mengikuti rekomendasi FIFA setelah terjadinya tragedi Kanjuruhan.
Gate 13 Kanjuruhan yang menjadi lokasi di mana banyak penonton tewas pada 1 Oktober 2022 juga turut dibongkar.
Namun tindakan ini mendapatkan protes dan keberatan dari keluarga korban tragedi Kanjuruhan.
Baca Juga: Penggemar Ikang Fawzi Ungkap Ikang Hilang Semangat Nyanyi Usai Marissa Haque Meninggal Dunia
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @matanajwa (3/10/2024), PT Wasita Karya kemudian membangun kembali Gate 13 Kanjuruhan.
Pembangunan kembali Gate 13 Kanjuruhan tersebut dilakukan pada 26 September 2024.
Pembangunan ini dilakukan berdasarkan diskusi dari PT Waskita Karya, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), keluarga korban dan Pemkab Malang.
Baca Juga: Syok! Penyebar Hoax Aaliyah Massaid Hamil di Luar Nikah Ternyata Seorang Nenek Berusia 62 Tahun
Museum di Gate 13 ini didirikan untuk memberikan penghormatan kepada para korban dan menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan kemanusiaan dalam penyelenggaraan acara besar, terutama olahraga.
Di museum ini, berbagai memorabilia seperti foto, pakaian, dan bunga dipajang sebagai tanda penghormatan.
Museum ini bukan hanya tempat untuk mengenang tragedi, tetapi juga simbol harapan agar insiden serupa tidak pernah terulang lagi di dunia sepak bola Indonesia.
Selain itu, museum ini berfungsi sebagai tempat refleksi bagi suporter, klub, dan masyarakat luas.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tragedi Kanjuruhan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah kelam.
Artikel Terkait
Pidato Presiden Moment HUT RI Ke-79, Kapolda Jabar Menghadiri Undangan Dari Ketua DPRD Jabar
Menuju Pon XXI 2024, Kapolda Jabar Menghadiri Apel Pelepasan Kontingen Jawa Barat
Heboh! 7 Mayat Ditemukan Mengambang di Kali Bekasi, Kapolda : Diduga Ceburkan Diri Karena…
Lokasi Kejadian Tragedi Kanjuruhan Dibongkar Setelah 2 Tahun, Hilangkan Barang Bukti?
Kasus Kanjuruhan Belum Tuntas, Eks Kapolda Jatim Kini Justru Jadi Sekjen Kemenkumham