Parah! Karyawan Disiksa Naik Turun Tangga Puluhan Kali Hingga Tampar Muka Sendiri, Bos Perusahaan Animasi Kini Dicari Polisi

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 15 September 2024 | 15:01 WIB
Ilustrasi garis polisi  (AFP)
Ilustrasi garis polisi (AFP)

Ramai pula beredar kabar jika bos perusahaan yang memiliki kurang lebih 80 orang karyawan tersebut, sedang dicari polisi akibat tindak kekerasan yang dilakukannya.

Baca Juga: Waduh! Drama Korea 'Wise Resident Life' Dikabarkan Batal Tayang, Akibat Pengunduran Diri Massal Tenaga Medis

Namun nihil, sayangnya kantor tersebut kini sudah kosong.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Muhammad Firdaus.

Menurut keterangan sementara dari saksi sekuriti di sekitar lokasi, kalau perusahaan yang dimaksud beroperasi sejak 2019.

Baca Juga: Bakal Dikira Berobat ke Dukun, 5 Ramuan Herbal Mujarab Pemusnah Tumor

"Didapatkan informasi bahwa perusahaan BS bergerak di bidang industri game dan animasi. Beroperasi sekitar 2019 dan setahu saksi, pemilik tempat tersebut milik orang asing (Chinese). Untuk karyawan laki-laki dan perempuan kurang lebih berjumlah 80 karyawan," kata Firdaus saat dihubungi, Sabtu (14/09/2024).

Firdaus selanjutnya menyebut jika kantor tersebut kini sudah dalam keadaan kosong.

"Saat ini keadaan situasi kantor BS tutup sekitar bulan Juli 2024 dan tempat tersebut sudah tidak ditempati. Menurut saksi, bahwa sekira pada bulan Juli 2024 tersebut, ada asisten rumah tangga yang keluar dari kantor BS berjumlah 3 orang dengan keterangan 2 laki-laki separuh baya dan 1 perempuan separuh baya," tuturnya.

Baca Juga: Dewi Perssik Sempat Disebut Mandul, Sampai Pamer Pembekuan Sel Telur, Ini Alasan Ia lakukan IVF

Pihak kepolisian saat ini masih mencari karyawan yang diduga menjadi korban. Pihak kepolisian mempersilahkan bagi mereka yang menjadi korban untuk membuat laporan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X