Kacau Soal e-Materai di Pendaftaran CASN, Peruri Dapat Anggaran Rp 105 M tapi Server Down

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Sabtu, 7 September 2024 | 18:10 WIB
Server e-materai CASN down, padahal Peruri dapat anggaran Rp105 m (Instagram @narasinewsroom)
Server e-materai CASN down, padahal Peruri dapat anggaran Rp105 m (Instagram @narasinewsroom)

INSIBERNEWS - Pendaftaran CPNS di CASN saat ini memerlukan materai elektronik (e-materai) untuk melengkapi dokumen.

Namun sayangnya terdapat masalah ketika para pendaftar ingin melakukan pembelian e-Materai pada situs resmi Peruri.

Padahal pendaftaran CPNS sudah hampir ditutup, sistem Peruri yang down membuat para pendaftar menjadi panik.

Baca Juga: Cie! Penyanyi Brisia Jordie Dilamar Sang Kekasih, Bahagia Sampai Pamer Cincin

Dilansir InsiberNews dari akun Instagram @narasinewsroom (7/9/2024), pada Jumat (6/9/2024) server e-materai milik Peruri tidak bisa diakses.

Peruri atau Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia sendiri merupakan milik BUMN.

Karena server untuk e-materai tersebut mengalami down, Peruri berdalih bahwa hal tersebut terjadi karena tingginya lonjakan permintaan website.

Baca Juga: Miris! Rawat Landak Jawa Karena Iba, Nyoman Sukena Justru Jadi Terdakwa

Pasalnya banyak pendaftar yang baru membeli e-materai atau mendaftar menjelang penutupan pendaftaran CPNS di CASN.

Server down akibat terlalu banyak pengguna yang mengaksesnya, atau dikenal sebagai "overload," adalah masalah umum dalam dunia teknologi informasi.

Ketika terlalu banyak permintaan masuk ke server secara bersamaan, kapasitas server untuk menangani permintaan tersebut dapat terlampaui, mengakibatkan sistem menjadi tidak responsif atau bahkan crash.

Baca Juga: Pelamar CPNS 2024 Alami Lonjakan Hingga Tembus 3,2 Juta Pendaftar

Overload server biasanya terjadi pada situs web atau aplikasi yang mendapatkan lonjakan lalu lintas secara tiba-tiba, seperti saat peluncuran produk besar atau event viral.

Masalah ini dapat disebabkan oleh desain server yang tidak memadai, kurangnya skala infrastruktur, atau serangan DDoS (Distributed Denial of Service), di mana penyerang sengaja membanjiri server dengan lalu lintas berlebihan.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: Instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X