Dampak dari server down sangat beragam, mulai dari gangguan layanan kepada pengguna, kehilangan pendapatan, hingga kerusakan reputasi.
Baca Juga: Sempat Bungkam, Lolly Akhirnya Buka Suara Terkait Dirinya yang Disebut Hamil
Untuk mengatasi masalah ini, lembaga perlu mengimplementasikan strategi skalabilitas, seperti penggunaan load balancers, cloud computing, atau content delivery networks (CDN).
Yang dapat mendistribusikan beban lalu lintas dan memastikan server tetap dapat melayani permintaan meskipun volume pengunjung meningkat secara signifikan.
Diketahui bahwa nilai proyek pengadaan e-materai yang dilakukan Peruri bernilai Rp105,2 miliar.
Baca Juga: Penasaran! Apakah Benar Bakteri dalam Susu Berfermentasi Baik untuk Usus?
Pengadaan tersebut dilaksanakan oleh Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak dan sumber daya APBN.
Kontrak pengadaan e-materai oleh Peruri dijadwalkan selesai pada 31 Desember 2024.
Sayangnya pengadaan dilakukan dengan metode pengecualian tanpa lelang umum.
Baca Juga: Andhika Pratama Sindir Kiky Saputri, Kritik Ketidakadilan Tapi Ditawari Buzzer Tidak Menolak
Total realisasi anggaran mencapai Rp105.208.276.167 yang mencakup sektor usaha mikro, kecil, dan berbasis produk dalam negeri.***
Artikel Terkait
Kejaksaan Agung Buka Formasi CPNS Penjaga Tahanan untuk Lulusan SMA: Formasi Umum Tembus.....
Bocoran! Ini Prediksi Kisi-kisi Soal SKD CPNS 2024 yang Mulai Dilaksanakan Bulan Oktober
Wajib Tahu! Tips Mengerjakan SKD CPNS 2024 Agar Skor Kamu Maksimal
Hati-hati! Jangan Lakukan Hal Berikut Ketika Pembubuhan e-Materai di Dokumen CPNS
E Materai Bikin Geger Pelamar CPNS 2024, BKN Putuskan Pakai Materai Tempel