Sebagai Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menilai bahwa PKS hanya ingin enaknya saja. Hal tersebut dibuktikan dengan PKS yang tidak mensupport Anies dalam Pilkada Jakarta.
Karena setelah PKS mendeklarasikan pasangan Anies Baswedan-Sohibul Iman untuk Pilkada Jakarta, PKS seperti membiarkan Anies berjuang sendiri.
Baca Juga: Mandi Malam Bisa Menyebabkan Rematik? Mengungkap Kebenaran di Balik Mitos Ini
“Terkesan PKS mau mengambil enaknya saja, setelah mendeklarasikan Anies-Sohibul tiba-tiba seolah-olah menugaskan kepada Anies untuk mencari sisanya,” ujar Refly Harun.
PKS juga seolah-olah memberikan tenggat waktu kepada Anies Baswedan dan apabila melewatinya maka selesai sudah dukungan PKS.
Kerenggangan hubungan PKS dengan Anies ini tentu menggelitik publik terlebih lagi kecenderungan PKS yang saat ini justru ingin bergabung dengan KIM.***
Artikel Terkait
Jelang Pilkada 2024, PKS Targetkan Suara 70 Persen Di Jabar, khusus Purwakarta Usung Balon Yadi-Pipin.
Anies Baswedan Makin Dekat Genggam Jakarta Kembali, PKS Jadi Dalang
PDIP Dapat Laporan Anies Baswedan Kembali Dijegal, Kali Ini di Pilkada 2024
PKS Nilai Pasangan Anies Baswedan - Sohibul Iman dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 Sudah Basi
Kontroversi LARANGAN BERHIJAB 18 Paskibraka Nasional di IKN Termasuk Utusan Aceh, Ketua BPKK PKS: Merupakan Kemunduran!