Pernyataan Jokowi berbeda dengan pengamatan Pakar Politik Ujang Komarudin yang menganggap bahwa Airlangga Hartarto tidak memiliki masalah di internal Golkar.
Tetapi ada tekanan dari eksternal yang mengancam Airlangga akan berhadapan dengan hukum.
Karena tekanan eksternal inilah maka Airlangga Hartarto memutuskan untuk mengundurkan diri dari Ketua Umum Partai Golkar.
Baca Juga: Jadi Master Bela Diri, Kim Woo Bin Kalahkan Penjahat Dalam Film 'Officer Black Belt'
“Ya ada tekanan, (Airlangga) akan dikasuskan, akan dipenjarakan. Kan itu yang jadi persoalan,” ungkap Ujang Komarudin.
“Ya ini soal tekanan dari luar. Yang kita tahu di internal Airlangga leading (memimpin) untuk menjadi ketua umum lagi. Tapi dapat tekanan dari eksternal, dari kekuasaan. Akhirnya Airlangga selesai juga di Golkar,” lanjutnya.
Nantinya Airlangga Hartarto akan digantikan oleh sosok yang lebih dekat dengan penguasa.
Baca Juga: Resmi! Agus Gumilang Jadi Plt Ketum Golkar Gantikan Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto sendiri mengungkapkan alasannya mengundurkan diri dari Ketua Umum Golkar adalah agar Partai Golkar tetap utuh.
Selain itu ada juga tujuan agar terciptanya stabilitas pada saat transisi pemerintahan nantinya.***
Artikel Terkait
Tak Kuat Hadapi Politik yang Keras dan Kasar, Jusuf Hamka Mundur dari Golkar Susul Airlangga Hartarto
Pakar Politik Nilai Airlangga Hartarto Mundur dari Golkar Karena Tekanan, Benarkah?
Bakornas FOKUSMAKER Menilai, Bahlil Lahadalia Sosok Tepat untuk Lanjutkan Kepemimpinan Partai Golkar
Nama Bahlil Lahadalia Diisukan Akan Gantikan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Golkar, Benarkah?
Resmi! Agus Gumilang Jadi Plt Ketum Golkar Gantikan Airlangga Hartarto