Kotak kosong dihindari karena bisa jadi kotak kosong justru akan memenangkan pemilihan ketika masyarakat tidak menyukai calon yang diback up oleh penguasa.
Ketika Gibran Rakabuming mencalonkan diri menjadi Walikota Solo, semua partai diborong untuk mendukungnya kecuali PKS.
Baca Juga: Ketahui 5 Etiket Makan Prasmanan di Kondangan, Biar Enggak Malu-maluin!
Kemudian saat itu ada 2 calon independen yang mencalonkan diri, menariknya adalah yang diloloskan untuk melawan Gibran merupakan calon yang lebih lemah yaitu ketua RW dan satu lagi merupakan penjahit yang memiliki konveksi.
“Ada 2 calon independen yang mengajukan dan yang diloloskan dalam tanda kutip adalah calon yang lebih lemah,” kata Refly Harun.
Dengan taktik tersebut maka Gibran bisa memenangkan suara dengan 80%. Kemenangan ini belum tentu terjadi apabila melawan kotak kosong.
Baca Juga: Tren Kesehatan 2024: Inovasi Terbaru dalam Diet dan Nutrisi yang Wajib Dicoba
Dengan pergerakan politik yang dinilai janggal ini maka Refly Harun menyimpulkan bahwa taktik lama penguasa akan kembali dijalankan pada Pilkada 2024 DKI Jakarta.***
Artikel Terkait
Jelang Pilkada 2024, Kaesang Pangarep Akui Berani Lawan Anies Baswedan atau Ridwan Kamil
PDIP Dapat Laporan Anies Baswedan Kembali Dijegal, Kali Ini di Pilkada 2024
Airlangga Bocorkan Inisial "S" akan Dampingi Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta
Jelang Pilkada 2024, KPU Purwakarta Tetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Sebanyak 739.638 orang
Pilkada 2024 DKI Jakarta Tak Jadi Lawan Kotak Kosong, Istana Siapkan Lawan Boneka?