"Saya sudah 3 tahun melatih di Kolam Sabty, dan Ibu Asliyani 2 tahun. Di berjalannya waktu saya mengetahui ibu itu membuat peraturan dua gaya (melatih renang) 500 (ribu) sementara saya satu gaya 500," ujar Jaimas.
Baca Juga: Profil dan Biodata Audrey Davis, Putri David Bayu yang Menjadi Pemeran Wanita dalam Video Syur Viral
Jaimas juga menceritakan awal mula permasalahannya dengan korban.
Jaimas juga mengatakan, sebelumnya sebagai sesama pelatih renang dia sudah coba berkomunikasi kepada Asliyani dan suaminya agar bisa membagi waktu hari les berenang. Sebab mereka memakai kolam yang sama.
"Saya minta komunikasi untuk bagi waktu sebelumnya dan ibu tidak mau," terangnya.
Hingga puncaknya pada Jumat (2/8), saat keduanya membawa siswa masing-masing untuk berlatih di kolam renang yang sama dan terjadilah perselisihan tersebut.
Saat Asliyani pingsan hingga masuk ke dalam kolam, Jaimas mengaku ikut membantu mendudukkan korban hingga sadar. Setelah itu barulah ia menjauh.
Baca Juga: 7.426 Unit Wisma Atlit Akan Alih Fungsi, Jadi Rumah ASN?
"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga Ibu Asliyani Siregar bahwa tindakan itu adalah emosi sesaat. Saya minta maaf, perempuan adalah mama saya, perempuan adalah istri saya. Saya minta maaf," kata Jaimas sambil merapalkan kedua tangannya.
Artikel Terkait
PARAH! Seorang Pelatih Renang Pria Menendang Alat Vital Pelatih Wanita, Korban Mengalami Pembengkakan
Polisi Ungkap Mobil yang Dibawa Bocah hingga Tabrak Beberapa Kendaraan Lain di Kemang Ternyata Milik Tetangga
Polisi Menetapkan Mahasiswi Tabrak Wanita hingga Tewas di Pekanbaru Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
Viral! Seorang Bapak Tendang Alat Vital Pelatih Renang Wanita hingga Pingsan dan Jatuh ke Kolam
Heboh Acara Kontes Kecantikan Transgender Digelar di Hotel Jakpus, Polisi Mengaku Kebobolan