INSIBERNEWS - Media sosial dihebohkan dengan video tindak kekerasan yang dilakukan oleh seorang bapak yang merupakan pelatih renang kepada seorang ibu guru olahraga.
Video yang berdurasi 42 detik merekam cekcok guru olahraga dan pelatih renang di tepi kolam renang.
Pertengkaran yang dilakukan oleh guru olahraga dan pelatih renang diduga karena berebut menggunakan kolam renang.
Baca Juga: 8 Ide Desain Interior Kamar Tidur Minimalis Estetik Gaya Modern dengan Kesan Lega
Belakangan diketahui bahwa kejadian ini terjadi di Kolam Renang Sabtu Garden, Asahan, Sumatera Utara (2/8/2024).
Pada video terlihat pertengkaran berusaha dilerai oleh orang-orang yang kebetulan berada di tempat kejadian.
Tidak hanya cekcok saja tetapi pelatih renang yang merupakan seorang bapak paruh baya terlihat beberapa kali menendang guru olahraga tepat di bagian vital.
Baca Juga: Nama Bobby Nasution Terseret di Kasus Suap hingga Adanya Kode Blok Medan
Kekerasan, terutama terhadap wanita, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan memiliki dampak yang sangat merusak.
Pertama, kekerasan melanggar hak asasi manusia dan prinsip dasar kemanusiaan.
Setiap individu memiliki hak untuk merasa aman dan dihormati, dan kekerasan mencabut hak tersebut dengan cara yang sangat merugikan secara fisik dan emosional.
Baca Juga: Enggak Sabar! Park Bo Gum Raih Emas, Jadi Atlet Boxing di Drama 'Good Boy'
Kedua, kekerasan terhadap wanita sering kali berakar dari ketidaksetaraan gender dan sikap dominasi.
Hal ini memperkuat stereotip dan sistem patriarki yang merugikan perempuan dan membatasi kesempatan mereka untuk berkembang secara penuh dalam masyarakat.
Artikel Terkait
Khawatir Akibat Viral, Jeongyeon Twice dikhawatirkan Hiatus Lagi Karena Fotonya di Bandara
Viral! Seorang Pria Ditemukan Tergeletak di Jalanan Bogor, Polisi Langsung Selidiki
Gaya Stylish "Underboob" Lisa Blackpink Viral di Korea Selatan
Viral! Bocah Ugal-Ugalan Nyetir Rush hingga Tabrak Kendaraan Sana-Sini di Kemang
Ingat Bocah Viral Panjat Tiang Bendera saat 17-an? Kini Ia Gagal Tes Masuk TNI, Ini Alasannya