Ikut Seleksi Akpol, Santri Ponpes di Bogor Mahir Bahasa Arab dan Spanyol

Photo Author
Tiara JP, Insibernews
- Rabu, 24 Juli 2024 | 07:55 WIB
Catar Akpol Jovanka Alfaudi  (Foto: istimewa)
Catar Akpol Jovanka Alfaudi (Foto: istimewa)

INSIBERNEWS - Jovanka Alfaudi atau akrab disapa dengan Jovan (19) menjadi salah satu Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2024 yang gagal masuk Bintara Polri untuk kedua kali.

Diketahui sebelumnya Jovanka sempat mondok di Pondok Pesantren Modern Ummul quro Al Islami, Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat.

Hebatnya Jovan mahir berbahasa Arab hingga Spanyol hasil dari Bahasa sehari-hari yang dipakainya saat 4 tahun mondok.

Baca Juga: Moment Hari Anak Nasional 2024, Ratusan Pelajar Purwakarta Antusias Dimeriahkan Berbagai Penampilan Bakat Seni

Jovan tak memiliki latarbelakang keluarga kaya. Ayahnya Wahludi hanyalah seorang pensiunan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sedangkan ibunya Dina Sumartini merupakan ibu seorang rumah tangga.

Dorongan dari orang tua, kiai dan ustad serta kakak pertamanya yaitu Dimas ALS yang menjadi jebolan Akademi Militer (Akmil) tahun 2016 yang saat ini berdinas di Sat-81/Gultor Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Cijantung, Jakarta Timur memberikan semangat Jovan untuk menjadi taruna.

Berkaca dari sang kakak yang mengikuti proses seleksi acara transparan. Jovan bersemangat mendaftar di Polri. Ia juga yakin transparansi seleksi di Akpol kala itu mulai dari seleksi administrasi, kesehatan, psikologi hingga jasmani.

Baca Juga: Jaga Sinergitas Polri Bersama Ulama, Kapolres Lilik Ardhiansya Kunjungi Kantor MUI Purwakarta

Jovan juga menceritakan jika pada 2023, setelah mondok dari Ummul Quro Bogor, ia sempat mendaftar Bintara Polri akan tetapi gagal termasuk mendaftar Bintara TNI juga gagal.

Ia menceritakan kegagalannya karena persoalan kesehatan.

“Mungkin bukan rezeki saya di Bintara Polri ataupun TNI. Abang saya melatih keras-keras untuk saya karena kakak sayang pada adiknya, bukan karena adik kandung sendiri jadi santai-santai, malah keras luar biasa abang saya (melatih saya),” kata Jovan.

Baca Juga: Program Selasa Bersih, Polri Bersinergi TNI Di Purwakarta Fokus Pembersihan Selokan dan Lapangan Sepak Bola

Jovan berbagi cerita ketika dirinya di pesantren. Awalnya ia sempat mengaku tidak betah di tahun pertama. Namun rasa tersebut ia lawan dengan beradaptasi di lingkungan pondok pesantren. Bahkan tahun ketiga dia sempat menjadi pengurus pondok dan bertugas di bagian keamanan di sana.

Saat di Pondok, Jovan mengatakan jika Bahasa arab dan Bahasa spanyol menjadi Bahasa sehari-hari yang wajib digunakan disamping pengajaran adab, ilmu dan hafalan.

Editor: Tiara JP

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X