INSIBERNEWS, Purwakarta - Petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) di wilayah Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, menemukan 4 nama anggota polisi dalam data pemilih yang mereka mutakhirkan.
"Betul, empat nama tersebut terdapat di dua desa yakni Desa Bunder dan Desa Cikaobandung," kata Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jatiluhur, Andri Mahardika Edward, dalam keteranganya Rabu (17/7/2024)
Menurutnya, di kecamatan tersebut seluruhnya berjumlah 10 desa. Namun, yang didapati nama pemilih unsur Polri hanya 2 desa. Delapan desa lain, yakni Cisalada, Parakanlima, Mekargalih, Cilegong, Cibinong, Jatiluhur, Kembangkuning, dan Jatimekar tidak ditemukan.
Begitu nama-nama tersebut ditemukan, oleh Pantarlih langsung dicoret, diTMS (Tidak Memenuhi syarat)kan. Karena TNI/Polri tidak punya hak pilih," ujar Andri.
Dalam data yang mereka mutakhirkan, jumlah pemilih di Kecamatan Jatiluhur mencapai hampir 54 ribu orang
Terpisah, Ketua Divisi Sosialisasi dan SDM KPU Purwakarta, Oyang Este Binos, tak menampik keberadaan nama anggota polri dalam data yang sedang dimutakhirkan. Hal serupa bahkan mungkin terjadi di Kecamatan lain.
Maka inilah diantaranya fungsi coklit, melakukan pencocokan dan penelitian. Mengecek secara faktual data yang dimiliki KPU yang masih berupa DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) dengan faktanya di lapangan. Dan hasil coklit ini juga selanjutnya yang akan dijadikan sebagai data pemilih pada Pilkada mendatang," jelas Binos.
Bukan hanya nama anggota Polri, nama anggota TNI dan Warga Negara Asing, orang sudah meninggal dan pindah sekalipun, mungkin saja masih ditemukan dalam DP4 ini. Karenanya, Pantarlih bekerja untuk memvalidasi data tersebut. Yang TMS dicoret, dan yang seharusnya masuk tapi belum masuk, dimasukkan.
"Setelah divalidasi melalui proses coklit, data ini selanjutnya akan diolah dan ditetapkan menjadi data pemilih oleh PPS," ujar Binos.
Maka inilah diantaranya fungsi coklit, melakukan pencocokan dan penelitian. Mengecek secara faktual data yang dimiliki KPU yang masih berupa DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) dengan faktanya di lapangan. Dan hasil coklit ini juga selanjutnya yang akan dijadikan sebagai data pemilih pada Pilkada mendatang," jelas Binos.
Bukan hanya nama anggota Polri, nama anggota TNI dan Warga Negara Asing, orang sudah meninggal dan pindah sekalipun, mungkin saja masih ditemukan dalam DP4 ini. Karenanya, Pantarlih bekerja untuk memvalidasi data tersebut. Yang TMS dicoret, dan yang seharusnya masuk tapi belum masuk, dimasukkan.
Artikel Terkait
Resep Salad Buah dengan Kandungan Antioksidan Tinggi untuk Kulit Wajah Berseri
7 Buah dengan Kandungan Ajaib Setara 1 Sheet Mask yang Memperkuat Skin Barrier
Gibran Rakabumin Resmi Mengundurkan Diri dari Wali Kota Solo, Langsung Boyong Keluarga Ke Jakarta
Kabar Duka: Ibunda Naja Hafiz Quran Indonesia Meninggal Dunia
Aktor Nam Yoon Soo Rela Donorkan Ginjalnya untuk Sang Ayah
Kenapa Antibiotik Harus Dihabiskan Meski Sudah Sembuh?
Meroket! Ini Harga Emas Per Hari Ini, Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Pasang Tarif 10 Juta, Selebgram Makassar Ditangkap Polisi Saat Open BO Bersama Pria
Jarang Makan Sayur? Ini Dampak Buruknya Bagi Tubuh
Purwakarta Kembangkan Tujuh Komoditas Unggulan Hasil Pertanian, Untuk Menggerakan Perekonomian Pedesaan