Kabar Dunia: Donald Trump Divonis Bersalah di Pengadilan AS, Dipenjara Selama 4 Tahun

Photo Author
Abd. Rachman, Insibernews
- Jumat, 31 Mei 2024 | 21:05 WIB
Donald Trump (@Pixabay/geralt)
Donald Trump (@Pixabay/geralt)

INSIBERNEWS - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diputus bersalah di Pengadilan New York, Kamis sore waktu setempat. Juri menilai pebisnis itu terbukti atas 34 tuduhan kejahatan yang didakwakan padanya, terkait pemalsuan catatan bisnis dan pembayaran uang tutup mulut ke bintang porno Stormy Daniels sebelum pemilu AS tahun 2016.

Ini menjadikan Trump sebagai mantan presiden AS pertama yang dihukum karena kejahatan. Hal ini belum pernah terjadi di sejarah negeri itu.

"Hukumannya segera dijadwalkan pada 11 Juli pukul 10 pagi," lapor CNBC International, dikutip Jumat (31/5/2024).

Baca Juga: Dinasti Politik di Mata Erlangga, Anak dari Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie

Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi Trump yang kembali mencalonkan diri dalam pemilu presiden (pilpres) AS. Pasalnya, ini terjadi empat hari sebelum dimulainya

Konvensi Nasional Partai Republik di Milwaukee, di mana Trump akan secara resmi dikukuhkan sebagai calon presiden (capres).

"Trump, yang tetap bebas tanpa jaminan, menghadapi kemungkinan hukuman maksimal empat tahun penjara untuk setiap dakwaan," lapor laman ini lagi.

Baca Juga: Memalukan! Tiga Turis Asing Pose Vulgar di Atas Jip Pegunungan Bromo

Disebut pula bagaimana sikap Trump tidak berubah selama pembacaan putusan. Trump sendiri dilaporkan duduk di ruang sidang dengan tangan disilangkan dan ekspresi pasrah di wajahnya, beberapa menit setelah pengumuman itu dibuat.

Sementara putranya Eric Trump tampak marah setelah ketua juri berulang kali mengatakan ia "bersalah" atas setiap penghitungan yang dibacakan.

"Ini memalukan. Ini adalah persidangan yang dicurangi oleh hakim yang berkonflik dan korup," kata Trump setelah putusan tersebut.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo dan Rombongan Resmikan Sejumlah Infrastruktur di Provinsi Riau

"Putusan sebenarnya akan diambil pada tanggal 5 November oleh masyarakat dan mereka tahu apa yang terjadi di sini dan semua orang tahu apa yang terjadi di sini," katanya lagi menyinggung pilpres.

"Saya orang yang sangat lugu," klaimnya.

Halaman:

Editor: Taufik RM

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X