Kabar Duka Perfilman Indonesia, Yadi Timo Pemeran Penculik di Petualangan Sherina Berpulang

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:36 WIB
Kabar Duka Perfilman Indonesia, Yadi Timo Pemeran Penculik di Petualangan Sherina Berpulang (Istimewa)
Kabar Duka Perfilman Indonesia, Yadi Timo Pemeran Penculik di Petualangan Sherina Berpulang (Istimewa)

Kepergian Yadi yang terbilang mendadak tersebut meninggalkan duka bagi orang-orang yang mengenalnya, terlebih ia masih terlibat dalam pertemuan kreatif untuk mempersiapkan proyek film bersama rekan-rekannya.

Yadi Timo Akan Dimakamkan di Bogor

Setelah meninggal dunia, jenazah Yadi Timo direncanakan dimakamkan di TPU Taman Bahagia Dredet, Bogor.

Lokasi pemakaman tersebut merupakan kampung halaman sang istri.

Kepergian Yadi menjadi kehilangan bagi dunia perfilman dan teater Indonesia. Sepanjang perjalanan kariernya, ia dikenal sebagai aktor yang terlibat dalam berbagai produksi film layar lebar maupun sinetron televisi.

Baca Juga: Prabowo Panggil Sejumlah Jenderal TNI ke Istana, Kandidat Kepala BNPB Jadi Perhatian

Yadi Timo lahir pada 12 Februari 1960. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Seni Pertunjukan, Jurusan Teater, Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Latar belakang pendidikan seni tersebut menjadi bagian dari perjalanan Yadi dalam menekuni dunia seni peran, baik di panggung teater maupun di layar kaca dan layar lebar.

Namanya semakin dikenal publik setelah tampil dalam film Petualangan Sherina pada 2000. Dalam film tersebut, ia memerankan Mastur, salah satu tokoh penculik yang menjadi bagian dari konflik dalam cerita.

Film yang dibintangi Sherina Munaf dan Derby Romero itu menjadi salah satu karya populer perfilman Indonesia pada masanya.

Baca Juga: Diterpa Badai OTT KPK, BNPB Janji Tak Akan Intervensi Hukum dan Jamin Tanggap Bencana Tetap Jalan

Selain Petualangan Sherina, Yadi Timo juga tercatat membintangi sejumlah film lain, di antaranya Brownies (2004), Banyu Biru (2005), dan Marley (2022).

Di dunia televisi, kiprahnya juga terlihat melalui sejumlah sinetron, seperti Lorong Waktu, Kisah Sedih di Hari Minggu, dan Jin & Jun.

Deretan karya tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Yadi Timo di industri hiburan Indonesia.

Kepergiannya pada usia 66 tahun menutup perjalanan seorang seniman yang telah berkiprah di dunia teater, film, dan televisi. Meski telah berpulang, karya-karyanya akan tetap menjadi bagian dari perjalanan perfilman Indonesia. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X