Langit Palangka Raya Menguning Ditelan Asap Pekat, Jarak Pandang Lumpuhkan Upaya Water Bombing

Photo Author
- Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:23 WIB
Langit Palangka Raya, Kalteng berwarna kuning hingga oranye akibat kabut asap karhutla. (Dok. Istimewa)
Langit Palangka Raya, Kalteng berwarna kuning hingga oranye akibat kabut asap karhutla. (Dok. Istimewa)
INSIBERNEWS - Kondisi udara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kian memprihatinkan akibat kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
 
Sejak Selasa (13/10/2026) hingga Rabu (14/10/2026), langit di wilayah tersebut berubah warna menjadi kuning pekat hingga oranye yang membuat suasana kota terasa sangat mencekam bak malam hari.

Bencana ekologis ini memicu kelumpuhan jarak pandang yang sangat ekstrem di berbagai ruas jalan utama.
 
Ketebalan asap memaksa para pengendara untuk menyalakan lampu sorot jarak jauh di siang bolong demi menghindari kecelakaan, mengingat jarak pandang visual hanya tersisa beberapa meter saja di depan mata.
 

"Kemarin sekitar pukul 15.52 WIB, saat akan pulang kantor di daerah Tjilik Riwut, kondisinya bener-bener buram. Bahkan, buat lihat wajah orang pun susah dan di jalan semuanya nyalain lampu jarak jauh karena warnanya sampai oranye itu," ungkap Alifia, salah seorang warga lokal yang merasakan langsung dampak buruk tersebut pada Rabu (14/10/2026).

Selain menyiksa pandangan, kualitas udara yang beracun ini mulai mengancam kesehatan pernapasan warga secara masif.
 
Alifia mengeluhkan dadanya terasa sesak karena minimnya pasokan oksigen di udara bebas, ditambah aroma menyengat dari sisa pembakaran yang menempel kuat pada pakaian sehari-hari meski ia tidak memiliki riwayat asma.
 

Jagat media sosial pun tak luput dari keluh kesah warga setempat yang membagikan potret gelapnya pagi hari di ibu kota provinsi tersebut.
 
Banyak netizen mengeluhkan kondisi cuaca pada Rabu pagi pukul 09.30 WIB yang masih segelap waktu subuh, sembari mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah penanganan yang lebih nyata.

"Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan yang per 12 Oktober 2026, ada 513,89 hektare yang terbakar di sana," papar Kepala BNPB, Suharyanto, dalam keterangan resminya.
 

Buruknya visibilitas di langit Kalimantan Tengah kini menjadi buah simalakama bagi upaya penanggulangan karhutla itu sendiri.
 
Pihak BNPB mengakui bahwa pekatnya kabut asap sangat menghambat manuver udara helikopter water bombing serta pesawat modifikasi cuaca, sehingga proses pemadaman api kini terpaksa lebih mengandalkan pergerakan tim satgas darat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X