INSIBERNEWS - Tragedi memilukan mewarnai insiden kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kartini, Gang Karya, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, pada Selasa (13/10/2026) jelang tengah malam.
Amukan si jago merah tersebut secara tragis merenggut nyawa dua bocah kakak beradik, Ali (7) dan Husin (3).
Di tengah kepanikan warga sekitar pukul 23.50 Wita, tangis histeris Maratus Solehah pecah tak tertahankan.
Sang ibu berteriak sejadi-jadinya memohon pertolongan tetangga saat menyadari kedua buah hati kecilnya masih terjebak di dalam rumah yang sudah dikepung kobaran api.
Baca Juga: Krisis BBM Bali Belum Usai, Warga Rela Menunggu Berjam-jam di Depan Pom Bensin Pengosekan
Dikuasai naluri seorang ayah, Hamri Noor nekat menerobos panasnya dinding api demi menyelamatkan darah dagingnya.
Nahas, upayanya harus terhenti lantaran jilatan api yang terlalu beringas justru membuat tubuhnya menderita luka bakar serius hingga harus dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Setelah proses pemadaman yang memakan waktu hampir dua jam, petugas mulai mengais sisa-sisa puing bangunan.
Harapan keluarga pun pupus seketika ketika jasad kedua bocah malang tersebut akhirnya berhasil ditemukan di balik reruntuhan pada Rabu (14/10/2026) dini hari sekitar pukul 03.28 Wita.
Baca Juga: Tega Korupsi Dana Bencana, KPK Gelar OTT di BNPB dan Sita Uang Miliaran Rupiah serta Emas
Pihak kepolisian yang turun tangan langsung melakukan penyelidikan guna mengungkap pemicu awal dari bencana yang mematikan ini.
Kapolsek Tenggarong, AKP Nahrawi, membenarkan adanya laporan korban jiwa serta membeberkan dugaan sementara penyebab musibah tersebut.
"Penyebab kebakaran diduga korsleting listrik. Kebakaran ini memakan korban dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka bakar," terang AKP Nahrawi terkait hasil identifikasi awal di tempat kejadian perkara.
Kesaksian warga bernama Basuki turut memperkuat dugaan tersebut, di mana ia melihat api pertama kali menjalar cepat dari arah meteran listrik rumah Hamri.
Kondisi permukiman di wilayah RT 26 dan RT 61 yang didominasi konstruksi kayu membuat api merambat tak terkendali, menghanguskan total 11 unit rumah dengan taksiran kerugian material mencapai Rp3 miliar.***
Artikel Terkait
Diduga Kena Serangan Jantung, Pria di Jember Meninggal saat Nonton Sound Horeg
Tega Korupsi Dana Bencana, KPK Gelar OTT di BNPB dan Sita Uang Miliaran Rupiah serta Emas
Diterpa Badai OTT KPK, BNPB Janji Tak Akan Intervensi Hukum dan Jamin Tanggap Bencana Tetap Jalan
Langit Palangka Raya Menguning Ditelan Asap Pekat, Jarak Pandang Lumpuhkan Upaya Water Bombing
Krisis BBM Bali Belum Usai, Warga Rela Menunggu Berjam-jam di Depan Pom Bensin Pengosekan