INSIBERNEWS - Krisis kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi momok yang menyulitkan aktivitas warga di berbagai wilayah Bali.
Hingga Rabu (14/10/2026) pagi, antrean panjang kendaraan masih mengular memadati sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), meski pemerintah daerah dan Pertamina telah menjanjikan percepatan distribusi.
Mengurai benang kusut antrean tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bersama Pemerintah Provinsi Bali menyepakati pengoperasian puluhan SPBU secara nonstop selama 24 jam.
Sebanyak 52 titik layanan disiagakan di Jembrana, Tabanan, Badung, Karangasem, Buleleng, dan Denpasar, yang nantinya akan diperluas hingga 92 lokasi khusus di kawasan Denpasar dan Badung.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menuturkan bahwa kebijakan operasional 24 jam ini diterapkan secara bertahap sejak Selasa malam karena pengelola membutuhkan waktu untuk mengatur jadwal sif petugas.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik lantaran pasokan BBM yang baru tiba dipastikan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga hingga dua pekan ke depan.
Kendati jaminan ketersediaan stok telah digaungkan, realita di lapangan pada Rabu pagi membuktikan bahwa pemulihan layanan belum sepenuhnya merata di seluruh SPBU terdampak.
Merespons situasi pelik ini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, turun tangan langsung dan menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh warga Pulau Dewata.
Baca Juga: Diterpa Badai OTT KPK, BNPB Janji Tak Akan Intervensi Hukum dan Jamin Tanggap Bencana Tetap Jalan
Simon membeberkan bahwa biang kerok dari kelangkaan ini bermula dari gangguan teknis pada jangkar kapal pengangkut yang merusak jadwal bongkar muat pada Senin lalu.
Proses yang seharusnya rampung pada pukul 06.30 WITA terpaksa molor parah hingga pukul 22.00 WITA, yang keadaannya semakin diperparah oleh adanya lonjakan tajam konsumsi Pertalite di tengah masyarakat.
"Namun sekali lagi, kejadian ini tidak untuk mencari pembenaran bagi kami. Bagaimanapun juga yang terpenting adalah pelayanan bagi masyarakat," tegas Simon usai menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Bali di Denpasar pada Selasa (13/10/2026).
Sebagai langkah nyata untuk mempercepat pemulihan, Pertamina kini telah menambah armada truk tangki pengangkut dari yang semula 90 unit menjadi 105 unit.
Harapannya, suntikan armada logistik ini mampu segera menyapu bersih sisa antrean kendaraan, sehingga urat nadi transportasi dan perekonomian warga Bali bisa kembali berdetak normal.***
Artikel Terkait
Diterpa Badai OTT KPK, BNPB Janji Tak Akan Intervensi Hukum dan Jamin Tanggap Bencana Tetap Jalan
Langit Palangka Raya Menguning Ditelan Asap Pekat, Jarak Pandang Lumpuhkan Upaya Water Bombing
Krisis BBM Bali Belum Usai, Warga Rela Menunggu Berjam-jam di Depan Pom Bensin Pengosekan
Nahas, Dua Balita Tewas Terjebak Kebakaran di Tenggarong Meski Sang Ayah Nekat Menerjang Kobaran Api
Kisah Kaka Mauladi di Promedia, Bukti MagangHub Bisa Jadi Jembatan Menuju Dunia Kerja