127 Hektare Lahan Hangus Terbakar, Musim Kemarau Picu Petaka di Lereng Gunung Rinjani

Photo Author
- Kamis, 24 September 2026 | 14:46 WIB
Ilustrai - Kebakaran
Ilustrai - Kebakaran
INSIBERNEWS - Kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, kembali diamuk si jago merah.
 
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda area Bukit Setampol dipastikan melahap ratusan hektare lahan, meski beruntungnya insiden ini tidak sampai menelan korban jiwa maupun merambat ke permukiman penduduk di bawah lereng.

Berdasarkan catatan kronologi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kobaran api pertama kali terdeteksi menyala di kawasan lindung tersebut pada Selasa (22/9/2026) menjelang malam, tepatnya sekitar pukul 18.50 WITA.
 
Kondisi angin darat yang cukup kencang serta mengeringnya hamparan sabana akibat musim kemarau membuat api dengan cepat merambat luas ke berbagai sisi tebing.
 

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, memastikan bahwa luasan area yang terdampak memang cukup masif, namun letaknya masih jauh dari jangkauan aktivitas warga setempat.

"Berdasarkan laporan penanganan per Rabu (23 September), kebakaran menghanguskan lahan sekitar 127 hektare di Bukit Setampol, Kecamatan Bayan. Tidak terdapat korban jiwa maupun laporan warga terdampak," terang Berton melalui keterangan resminya pada Kamis (24/9/2026).

Merespons kondisi kedaruratan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai TNGR, hingga relawan masyarakat peduli api langsung diterjunkan ke titik lokasi.
 
 
Mengingat kontur Bukit Setampol yang sangat terjal, para petugas pemadam harus berjibaku menembus kegelapan demi memutus rantai pergerakan api secara manual.

Secara simultan, jajaran BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat terus menjalin koordinasi taktis tingkat tinggi bersama otoritas Balai TNGR dan BPBD Kabupaten Lombok Utara.
 
Pemantauan ketat ini mutlak dilakukan guna mengawasi pergerakan titik panas sekaligus memastikan bahwa sisa-sisa bara tidak kembali tersulut dan memicu perluasan area kebakaran baru.

Menghadapi ancaman cuaca kering yang belum mereda, BNPB melayangkan imbauan tegas kepada pihak pengelola taman nasional beserta masyarakat di sekitar lereng Rinjani untuk lebih mengintensifkan patroli pengawasan harian.
 
Publik juga sangat diwanti-wanti untuk menghindari segala bentuk aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar yang dapat menjadi pemicu petaka selama musim kemarau berlangsung.(*)

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X