Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten Amrad mengatakan, operasi pencarian telah dilakukan sesuai prosedur. Masa pencarian awal berlangsung selama tujuh hari dan kemudian diperpanjang tiga hari setelah dilakukan evaluasi.
“Masalah pencarian ulang atau tidak, secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama tujuh hari. Dalam tujuh hari, kita sudah perpanjang tiga hari. Di tujuh hari itu kita menemukan jenazah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14, setelah evaluasi, kita perpanjang tiga hari,” kata Amrad.
Dalam proses penyisiran tersebut, petugas belum menemukan tanda-tanda lain yang berkaitan dengan speedboat Arupadhatu 1.
Upaya pencarian juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari stasiun radio pantai, nelayan hingga masyarakat yang berada di wilayah pesisir Lampung.
Setelah identitasnya dipastikan melalui pemeriksaan DNA, jenazah Surakman dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (24/9/2026).
Hengky mengatakan, kedatangan jenazah akan disambut oleh unsur pemerintah daerah, kepolisian, serta tim terpadu di Bandara Soekarno-Hatta.
Baca Juga: Dikomandoi Sufmi Dasco, DPR dan Pemerintah Sepakati RUU Reforma Agraria Maju ke Paripurna
“Akan kita terima bersama Gubernur, Pak Kapolda, dan tim terpadu akan menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Hengky.
Keluarga kemudian berencana memakamkan Surakman di TPU Ki Demang, Carita, Banten, pada Kamis siang.
Seperti diketahui, Arupadhatu 1 hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 7 September 2026. Saat kejadian, kapal tersebut membawa delapan orang.
Mereka terdiri dari kapten kapal Warta, ABK Surakman, pemandu atau guide Heriyanto, serta lima jurnalis yang berada di kapal untuk menjalankan tugas peliputan.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Resmi Cair, Simak Rincian Nominal dan Penyebab Status KPM Dicoret
Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoerunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.
Terungkapnya identitas Surakman menjadi perkembangan penting dalam pencarian dan penanganan para korban Arupadhatu 1 yang hingga kini masih menyisakan duka bagi keluarga dan rekan-rekan korban. ***
Artikel Terkait
12 Tahun Menikah, Sara Wijayanto Resmi Gugat Cerai Demian Aditya di PA Jakarta Selatan
Tragedi Uang Setoran Berujung Petaka, Sopir Truk di Bali Kritis Dibakar Bos Sendiri
Kecolongan Kasus Asusila di Ponpes Lombok Tengah, Kemenag NTB Baru Bertindak Usai Viral
Isu Duet Dedi Mulyadi dan Gibran di Pilpres 2029 Ramai, Jawaban KDM Justru di Luar Dugaan
Karhutla Kalsel Makin Dekat, 167 Pasien RSJ Sambang Lihum Dievakuasi