INSIBERNEWS – Misteri identitas jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terungkap. Hasil pemeriksaan DNA memastikan jasad tersebut merupakan Surakman, anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang sebelumnya dinyatakan hilang di perairan Selat Sunda.
Surakman merupakan satu dari tiga kru kapal yang hilang ketika Arupadhatu 1 membawa lima jurnalis untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.
Kepastian identitas Surakman disampaikan Kepala Polda Banten Irjen Pol Hengky dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga: Karhutla Kalsel Makin Dekat, 167 Pasien RSJ Sambang Lihum Dievakuasi
Menurut Hengky, proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan DNA oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri. Sampel jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano kemudian dicocokkan dengan data keluarga.
“Hasil identifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan DNA, operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mr X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, bahwa secara genetik PM/62/P.Enggano/01, itu kode jenazah Mr X tadi, teridentifikasi sebagai Sukarman atau ABK yang merupakan ayah biologis dari Yayan,” kata Hengky.
Kronologi Penemuan Jenazah Surakman
Penemuan jasad Surakman bermula dari laporan masyarakat di Pulau Enggano pada Sabtu (12/9/2026). Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian setempat.
Baca Juga: Tragedi Uang Setoran Berujung Petaka, Sopir Truk di Bali Kritis Dibakar Bos Sendiri
Hengky mengatakan, warga menjadi pihak pertama yang menemukan jenazah tersebut. Setelah itu, warga berkoordinasi dengan Polsek setempat hingga informasi diteruskan kepada Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Bengkulu.
“Penemuan mayat di sana adalah masyarakat di Pulau Enggano sana, langsung berkoordinasi dengan Polsek terus ditindaklanjuti Kabid Dokkes Polda Bengkulu menginformasikan dan mengamankan jenazah tersebut,” ujar Hengky.
Setelah dievakuasi, jenazah dibawa dari Pulau Enggano menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu. Pemeriksaan DNA kemudian dilakukan untuk memastikan identitas Mr X tersebut.
Baca Juga: Cekcok Biaya Pengobatan Anak Berujung Maut, ASN di OKI Tewas Ditikam Istri di Halaman Masjid
Basarnas Sempat Lakukan Penyisiran di Pulau Enggano
Setelah jenazah ditemukan, tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran di sekitar perairan Pulau Enggano.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencarian korban maupun kemungkinan adanya petunjuk lain yang berkaitan dengan hilangnya Arupadhatu 1.
Artikel Terkait
12 Tahun Menikah, Sara Wijayanto Resmi Gugat Cerai Demian Aditya di PA Jakarta Selatan
Tragedi Uang Setoran Berujung Petaka, Sopir Truk di Bali Kritis Dibakar Bos Sendiri
Kecolongan Kasus Asusila di Ponpes Lombok Tengah, Kemenag NTB Baru Bertindak Usai Viral
Isu Duet Dedi Mulyadi dan Gibran di Pilpres 2029 Ramai, Jawaban KDM Justru di Luar Dugaan
Karhutla Kalsel Makin Dekat, 167 Pasien RSJ Sambang Lihum Dievakuasi