Demo BBM Langka di Makassar Memanas, Massa Desak Bos Pertamina Sulawesi Mundur

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 12 September 2026 | 16:04 WIB
Menyoroti fakta di balik aksi demonstrasi massa yang dipicu dugaan persoalan kelangkaan BBM dan gas elpiji 3 kilogram.  (Instagram.com/@makassar_iinfo)
Menyoroti fakta di balik aksi demonstrasi massa yang dipicu dugaan persoalan kelangkaan BBM dan gas elpiji 3 kilogram. (Instagram.com/@makassar_iinfo)

“Kami melihat bahwa persoalan distribusi BBM, baik itu Pertalite, Pertamax, dan gas 3 kg,” ujar Fajar dalam orasinya.

Ia menilai penyediaan BBM dan LPG merupakan bagian dari tanggung jawab Pertamina sehingga kebutuhan masyarakat seharusnya dapat terpenuhi.

Namun, kondisi di lapangan disebut masih menunjukkan sebaliknya. Masyarakat bahkan harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

“Kita antre dari sore sampai subuh, banyak masyarakat yang mengeluh terkait kelangkaan BBM yang terjadi di Sulsel,” kata salah seorang orator.

Dalam aksi tersebut, GAM juga menyoroti pernyataan Pertamina yang menyebut antrean di sejumlah SPBU diduga dipicu fenomena panic buying.

Baca Juga: Isak Tangis Pecah di Bandara El Tari, Wagub NTT Kutuk Keras Aksi Biadab KKB yang Bunuh 2 Warganya

Fajar menilai pernyataan tersebut berpotensi membuat masyarakat seolah-olah menjadi pihak yang disalahkan atas kondisi kelangkaan BBM dan LPG 3 kg.

Menurutnya, persoalan utama yang harus dijelaskan adalah bagaimana distribusi BBM dan LPG dapat berjalan optimal sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan kebutuhan tersebut.

“Persoalan kelangkaan BBM dan gas LPG 3 kilo itu kemudian tidak mampu dibenarkan dengan alasan bahwa masyarakat yang kemudian salah karena dia yang panik sehingga melakukan pembelian secara tidak wajar,” tegas Fajar.

Baca Juga: Nekat Terobos Jalur Ilegal Saat Semeru Ditutup, 8 Pendaki Langsung Masuk Daftar Hitam

Desak GM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Dicopot

GAM juga menilai pernyataan mengenai panic buying tidak semestinya menjadi satu-satunya penjelasan atas antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU.

Fajar mengatakan masyarakat membutuhkan solusi konkret, bukan sekadar penjelasan yang dinilai justru menyudutkan konsumen.

“Saya kira kendalanya jelas bahwa Pertamina tidak mampu untuk mendistribusikan secara optimal terkait persoalan ini,” ujarnya.

“Kemudian dia juga tidak mampu memberikan solusi dan hanya menyalahkan masyarakat itu sendiri,” lanjut Fajar.

Baca Juga: Terjadi Lagi! Dugaan Keracunan MBG di Blora, 137 Orang Alami Sakit Perut hingga Diare

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X