Puncak Gunung Raung Kembali Terbakar, Otoritas Keluarkan Larangan Pendakian

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 9 September 2026 | 14:39 WIB
Ilustrasi Kebakaran hutan  (Istimewa)
Ilustrasi Kebakaran hutan (Istimewa)

INSIBERNEWSKebakaran kembali terjadi di kawasan puncak Gunung Raung yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (8/9/2026) pagi.

Kondisi tersebut membuat pengelola mengambil langkah tegas dengan menutup seluruh jalur pendakian Gunung Raung untuk sementara waktu. Keputusan itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi risiko kebakaran susulan sekaligus menjaga keselamatan para pendaki.

Kepala Perhutani Banyuwangi Barat, Enny Handhayany, mengatakan kebakaran menghanguskan vegetasi dan serasah kering di sekitar kawasan yang berdekatan dengan jalur pendakian utama.

Baca Juga: Buntut Demo Massal Siswa, Wakasek SMAN 1 Pamanukan Resmi Dijebloskan ke Penjara atas Kasus Pelecehan

"Luasan yang terbakar sekitar 0,5 hektar," ujar Enny, Rabu (9/9/2026).

Puluhan Personel Dikerahkan Padamkan Api

Untuk mengendalikan kebakaran, sekitar 50 personel gabungan dari tim pengelola dan Perhutani Banyuwangi Barat diterjunkan ke lokasi.

Petugas bergerak cepat agar api tidak merambat ke area hutan yang lebih luas. Beruntung, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pagi hari yang sama.

Meski api telah berhasil dijinakkan, petugas masih melakukan pemantauan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik panas atau hotspot di sekitar lokasi kebakaran.

"Kami tetap bersiaga untuk memantau potensi munculnya titik api baru," kata Enny.

Baca Juga: Anggaran Kebencanaan Dijamin Aman, Menkeu Purbaya Ungkap BNPB Masih Kantongi Dana Siap Pakai Rp950 Miliar

Jalur Pendakian Gunung Raung Ditutup Sementara

Enny menyampaikan bahwa penutupan jalur pendakian telah diberlakukan secara resmi melalui surat edaran dari pengelola.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah darurat atau *force majeure* karena kondisi kawasan puncak Gunung Raung dinilai masih rawan kebakaran.

Menurutnya, vegetasi yang mengering akibat musim kemarau membuat api lebih mudah menyebar apabila kembali muncul.

Baca Juga: Pria Misterius Mendadak Lompat ke Rel Stasiun Tanah Abang, KRL Rem Mendadak Hindari Kecelakaan Maut

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X