Penyelidikan yang dilakukan polisi akhirnya mengarah kepada dua orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan, dua tersangka yang telah diamankan masing-masing berinisial RS (27) dan AD alias D (25).
RS ditangkap di wilayah Kenten, Kecamatan Talang Kelapa. Dari hasil pengembangan, polisi kemudian menangkap AD alias D di kawasan Sungai Sedapat, Kecamatan Talang Kelapa.
“Kedua tersangka selanjutnya diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Risnan dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Polisi masih mendalami motif dan peran masing-masing tersangka dalam perkara tersebut.
Diduga Dipicu Sakit Hati karena Tak Direstui Menikah
Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga kasus tersebut bermula dari persoalan hubungan asmara.
Risnan menyebut salah satu tersangka mengaku sakit hati kepada orang tua korban lantaran tidak mendapat restu untuk menikah dengan Ayuhana.
“Dari pemeriksaan awal pengakuan pelaku karena sakit hati terhadap orang tua korban karena tidak direstui untuk menikah dengan Ayuhana, sehingga korban nekat merencanakan pembunuhan tersebut dan memperkosa korban,” kata Risnan.
Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh, termasuk motif sebenarnya serta keterlibatan masing-masing tersangka.
Baca Juga: Penerbangan Batal Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Janjikan Refund 100 Persen
“Jajaran Polres Banyuasin terus melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa, termasuk motif dan peran masing-masing tersangka,” ujarnya.
Selain menemukan kerangka manusia dan rangka sepeda motor, penyidik turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kedua korban.
Barang bukti tersebut antara lain perlengkapan dan seragam sekolah milik Ayuhana dan Rani. Polisi juga menemukan dua tas yang berisi buku pelajaran, sepatu, serta sejumlah perhiasan berupa kalung, gelang, dan cincin.
Rangka sepeda motor yang ditemukan di dalam parit juga diamankan penyidik karena diduga berkaitan dengan perjalanan kedua korban saat berangkat sekolah pada hari mereka menghilang.
Artikel Terkait
2 Terdakwa Kasus Andrie Yunus Dapat Keringanan, Menteri HAM Desak Langkah Kasasi
Aji Mumpung di Tengah Bencana Anak Krakatau, Harga Masker N95 Meroket Tuai Kecaman hingga Seruan Boikot!
40 Bangunan Rata dengan Tanah, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Maut di Paniai Timur yang Tewaskan 11 Orang
BMKG Tepis Hoaks Tsunami Anak Krakatau, Warga Pesisir Selat Sunda Diminta Tak Panik
Viral Asap Hitam Menyembur di Gorong-gorong Pasar Baru, Polisi Pastikan Akibat Kabel PLN Overheat