"Langkah awal yang kami ambil kemarin adalah langsung mengkarantina anjing tersebut," kata Asep kepada awak media, Senin (24/8/2026).
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi sekaligus untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat setelah kejadian yang menimpa B.
Kronologi Anjing Pitbull Menyerang Anak di Bandung
Berdasarkan keterangan kepolisian, anjing pitbull tersebut diketahui merupakan milik warga berinisial F (40) yang tinggal di luar kawasan komplek perumahan.
Peristiwa bermula ketika anjing sedang dijemur di sekitar rumah pemiliknya. Namun, tali pengikat hewan tersebut terlepas sehingga anjing berlari meninggalkan lokasi dan masuk ke kawasan permukiman.
Pada saat bersamaan, B sedang berada di luar rumah. Anak tersebut kemudian menjadi sasaran serangan anjing hingga mengalami luka di bagian kepala dan telinga.
Warga yang mengetahui kejadian itu berupaya menghentikan serangan. Sejumlah benda di sekitar lokasi, termasuk papan kayu dan drum tempat sampah, digunakan untuk mengusir anjing tersebut.
Baca Juga: Terjebak Kobaran Api Dini Hari, Empat Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Tebet
Rekaman kamera CCTV yang beredar memperlihatkan kondisi korban setelah diserang. B tampak tergeletak di lokasi kejadian sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan.
Korban Jalani Operasi dan Mendapat 27 Jahitan
Akibat serangan tersebut, B harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Korban mengalami luka pada bagian kepala dan telinga yang cukup serius.
B bahkan menjalani operasi pada bagian telinga dan mendapat sebanyak 27 jahitan.
Hingga Selasa (25/8/2026), korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Welas Asih.
Baca Juga: Opini: Media di Persimpangan, Ketika Idealisme Tak Cukup Membayar Gaji
Sementara itu, pemilik anjing disebut bersikap kooperatif setelah kejadian. Pemilik juga dikabarkan bersedia bertanggung jawab atas insiden yang menyebabkan B mengalami luka serius.
Proses karantina terhadap anjing tersebut kini menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk memastikan keamanan warga sekaligus penanganan lebih lanjut terhadap hewan yang terlibat dalam insiden tersebut. ***
Artikel Terkait
Sumatera Dikepung 2.945 Titik Panas, Kabut Asap Bikin Siswa Pekanbaru Terpaksa Belajar Daring
Tragis! Balita 2 Tahun Korban Gempa NTT Meninggal Dunia di Tengah Keterbatasan Pengungsian
MoU Damai Terancam Batal! Petinggi Parlemen AS Klaim Konflik dengan Iran Segera Masuk Fase Krusial
GIIAS 2026 Usai, Toyota Kokoh di Puncak Penjualan dan Dominasi Kendaraan Listrik Makin Melesat
Satu Dekade Menahan Rindu, Kejutan BRI Pertemukan Yuni dengan Sang Ibu di Taiwan
Dua Pelajar Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pengeroyokan Siswa SMA di Bener Meriah