Trump disebut lebih condong kepada Wakil Presiden AS James David Vance dibandingkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk menjadi figur utama Partai Republik pada Pemilu 2028.
Baik Vance maupun Rubio diketahui masuk dalam daftar tokoh yang berpotensi meneruskan pengaruh politik Trump. Namun, dukungan Trump terhadap Rubio dilaporkan mulai berkurang.
Baca Juga: Diguncang Gempa Dahsyat 7,4 Magnitudo, 213 Orang di Kolombia Tewas dan Ribuan Masih Hilang
Vance dinilai mendapat perhatian lebih karena dianggap mampu mempertahankan pendekatan politiknya sendiri di tengah dinamika pemerintahan sekaligus tetap menalankan agenda yang diusung Trump.
Meski begitu, peta dukungan Trump masih dapat berubah. Selama perjalanan politiknya, Trump dikenal kerap mengubah pandangan terhadap orang-orang yang berada di lingkaran politiknya.
Selain Vance dan Rubio, sejumlah nama lain juga pernah disebut sebagai kandidat potensial untuk memimpin Partai Republik pada 2028. Di antaranya Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan mantan Menteri Dalam Negeri AS Kristi Noem.
Baca Juga: Kesal Jadi Korban Bully di Kantor, Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bakar Ruang Rapat
Dengan demikian, persaingan internal Partai Republik menuju Pilpres AS 2028 berpotensi berlangsung ketat, sementara pernyataan Trump mengenai keinginannya untuk kembali maju turut menambah dinamika politik di Negeri Paman Sam. ***
Artikel Terkait
Cuan Gede! Produk Cokelat dan Arang RI Tembus Pasar Timur Tengah Senilai Rp3,5 Miliar
Jokowi Buka Suara soal Kaesang Maju Nyaleg di Dapil Jateng V pada Pemilu 2029
Bongkar Makam Sutrimo! Polisi Gandeng Ahli Forensik Usut Misteri Kematian Karumga Febrie Adriansyah
Buntut Promo Miras Pakai Hafalan Al-Quran di The Sounds Project, 5 Pihak Resmi Dipolisikan
Pihak Kuasa Hukum Febrie Bantah Sutrimo Eks Karumga, Minta Publik Tak Berspekulasi
SBY Kemungkinan Absen Upacara HUT ke-81 RI karena Medical Check Up di AS
Prabowo Pilih Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Ini Pertimbangannya