INSIBERNEWS - Pusaran kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, kini memunculkan babak baru.
Dalam sengkarut hukum ini, nama advokat senior Mohamad Ali Nurdin dan Don Ritto mendadak mencuat ke permukaan publik. Keterlibatan mereka mulai santer dikaitkan setelah penyidik membongkar peran Nurman Hermin, sosok yang diduga kuat bertindak sebagai pengelola aset rahasia dalam jaringan bisnis gelap milik Febrie.
Isu ini semakin memanas ketika Ali Nurdin dan Don Ritto disebut-sebut masuk ke dalam radar penelusuran Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri. Keduanya diduga terekam dalam pemetaan jejaring komunikasi terkait perkara tersebut.
Meski desas-desus ini telah membanjiri lini masa media sosial dan pemberitaan daring, pihak kepolisian maupun aparat penegak hukum lainnya hingga detik ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai peningkatan status mereka menjadi tersangka.
Jika menilik rekam jejaknya, Mohamad Ali Nurdin bukanlah nama sembarangan di kancah hukum nasional. Memulai karier sejak tahun 2002, lulusan Sekolah Tinggi Hukum Bandung ini sukses mendirikan firma hukum bergengsi dan menjabat sebagai Ketua DPC Peradi Bandung periode 2023–2028.
Namanya bahkan semakin mentereng saat ia dipercaya menjadi kuasa hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, dalam pusaran kasus pengadaan laptop Chromebook beberapa waktu lalu.
Gerah dengan berbagai narasi liar yang menyudutkan reputasinya, Ali Nurdin akhirnya memberikan klarifikasi terbuka. Ia menepis keras rumor yang menyebutkan bahwa dirinya pernah meminta sejumlah uang pelicin kepada pengusaha tambang Samin Tan.
Selain itu, Ali juga membantah kabar burung yang menuduhnya pernah menggelar pertemuan rahasia dengan sang pengusaha dengan ditemani oleh salah seorang staf khusus kementerian.
"Tidak pernah komunikasi dengan siapa pun terkait Samin Tan, tidak kenal sama sekali. Dan saya tidak kenal sama sekali dengan staf khusus menteri yang disebut itu," tegas Ali Nurdin mengklarifikasi isu liar yang menyeret namanya.
Di luar bantahan tersebut, sorotan warganet rupanya juga mengarah pada kedekatan sosial antara Ali Nurdin dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin. Publik menyoroti beredarnya sejumlah potret keakraban mereka, mulai dari momen silaturahmi pelantikan Jaksa Agung pada 2019 silam, hingga kebersamaan dalam komunitas sepeda motor Kobar Motorcycle.
Kendati memancing beragam persepsi di ruang publik, belum ada bukti sahih yang mengaitkan relasi personal ini dengan intervensi penanganan perkara hukum tertentu.
Artikel Selanjutnya
Menyoroti Transformasi BRIvolution Reignite Kian Akseleratif, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian Nasional
Editor: Varin Vaprilia Caroline
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menyoroti Transformasi BRIvolution Reignite Kian Akseleratif, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian Nasional
Buntut Celetukan Viral 'Cie Curhat', Lurah Paya Pasir Akhirnya Sambangi Kediaman Warga Medan Marelan
Biadab! Ayah di Samarinda Tega Jadikan Anak Kandung Pemuas Nafsu Selama 6 Tahun, Sang Ibu Histeris Jatuh Pingsan
Kecelakaan Maut Tewaskan 2 Orang Di Tol Cipularang, Mobil Pikap Ringsek Parah
Peran Gus Haris di Kasus Bupati Pemalang Terungkap, KPK Sebut Dugaan Pengumpulan Uang Rp1,98 Miliar untuk Suap