INSIBERNEWS - Langkah besar tengah diambil pemerintah untuk menyelamatkan PT Pos Indonesia (Persero) dari bayang-bayang keterpurukan finansial. Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Badan Pengelola (BP) BUMN kini turun tangan langsung mengawal proses pembenahan manajemen, sekaligus memulihkan kesehatan keuangan perusahaan pelat merah tersebut.
Upaya bersih-bersih ini rupanya mengungkap sebuah fakta mengejutkan yang selama ini tak banyak diketahui publik.
Tim audit menemukan adanya kebutuhan penyesuaian pembukuan keuangan masa lalu yang nilainya sangat fantastis, yakni menembus angka Rp9 triliun. Angka raksasa ini mencakup catatan finansial perusahaan untuk rentang periode tahun 2023, 2024, hingga 2025.
Baca Juga: Heboh Kabar 522 Pelajar Sidoarjo Positif HIV, Dinkes Ungkap Fakta Sebenarnya
Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai COO Danantara, Dony Oskaria, membenarkan temuan krusial tersebut. Ia menegaskan bahwa perbaikan pencatatan pembukuan ini merupakan langkah mutlak yang tak bisa ditawar demi menyehatkan kembali fundamental bisnis Pos Indonesia ke depannya.
"Pembenahan di PT Pos Indonesia menjadi salah satu fokus yang terus dikawal oleh Danantara dan BP BUMN. Langkah ini menyusul laporan manajemen baru mengenai hasil audit berupa penyesuaian pembukuan untuk periode 2023, 2024, dan 2025 sebesar Rp9 triliun sebagai bagian dari pembersihan dan pemulihan catatan keuangan masa lalu," ungkap Dony memberikan keterangan resminya pada Kamis (23/7/2026).
Tidak ingin sekadar berwacana, pemerintah langsung tancap gas membenahi sengkarut operasional ini. Sehari sebelumnya, tepatnya pada Rabu (22/7/2026), Dony diketahui telah menggelar pertemuan tingkat tinggi yang sangat krusial bersama Iskandar Kunaefi, sosok yang baru saja didapuk menjadi Direktur Utama PT Pos Indonesia.
Baca Juga: Heboh Flexing Anak Pejabat, Nevi Rizal Akhirnya Mundur dari Jabatan Akui Tanggung Jawab Moral
Dalam perjumpaan strategis tersebut, BP BUMN tidak memberikan ruang untuk bersantai dan langsung menurunkan instruksi tegas. Manajemen baru di bawah pimpinan Iskandar dituntut untuk segera mengeksekusi perombakan struktur keuangan secara masif demi menyelamatkan neraca perusahaan dari jurang defisit yang membebani.
Fokus utama yang ditekankan adalah penerapan efisiensi biaya operasional yang super ketat guna menekan laju akumulasi utang perusahaan yang selama ini terus membengkak.
Melalui intervensi dari Danantara ini, armada raksasa Pos Indonesia diharapkan mampu kembali gesit bermanuver di tengah gempuran ketatnya persaingan industri logistik modern.***
Artikel Terkait
SPJ Fiktif hingga Mark Up Anggaran, Kades di Bengkulu Terjerat Korupsi Dana Desa Rp577 Juta untuk Bayar Utang
Koperasi Merah Putih di Pulau Buluh Batam Tutup, Ternyata Terkendala Modal dan Lahan
Kepala BGN Sudaryono Sidak Dapur MBG Bogor, SPPG Tak Sesuai Standar Terancam Ditutup
Heboh Kabar 522 Pelajar Sidoarjo Positif HIV, Dinkes Ungkap Fakta Sebenarnya
Geger! Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas Ngambang dengan Tangan Terborgol, Diduga Kuat Korban Pembunuhan