Selain itu, kawasan Timur Tengah selama ini menjadi salah satu wilayah penghasil minyak terbesar di dunia.
Setiap peningkatan tensi politik maupun militer di kawasan tersebut hampir selalu berdampak langsung terhadap pergerakan harga minyak global karena memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas rantai pasok energi internasional.
Analis memperkirakan volatilitas harga minyak masih akan tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: AS Hantam 80 Target Militer Iran, Ketegangan di Selat Hormuz Kembali Memanas
Arah pergerakan pasar kini sangat bergantung pada perkembangan situasi antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk respons kedua negara serta potensi langkah diplomatik yang dapat meredakan ketegangan.***
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Brankas Rahasia di Restoran Cipete, Isinya Dolar AS-Singapura
Iran Ultimatum AS, Selat Hormuz Terancam Ditutup Total Jika Ada Serangan Baru
SADIS! Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu Dieksekusi Pakai Palu, Tersangka Divonis Hukuman Mati
Terkuak Temuan Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M, Begini Kronologi Penggeledahan Kasus Korupsi Batu Bara
Bongkar Mortir Aktif Pakai Palu hingga Meledak, 3 Orang di Bandung Tewas Terkapar