Gelar Rekonstruksi, Polisi Urai Rangkaian Kasus Penyekapan Perempuan di Bandung

Photo Author
- Kamis, 2 Juli 2026 | 12:57 WIB
Polisi lakukan rekonstruksi kasus penyekapan wanita di Bandung (Dok. Merdeka)
Polisi lakukan rekonstruksi kasus penyekapan wanita di Bandung (Dok. Merdeka)

INSIBERNEWS - Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Perlindungan Perdagangan Orang (PPO) Polda Jawa Barat bergerak cepat melengkapi berkas penyidikan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan seorang perempuan.

Untuk memperjelas tabir peristiwa yang diduga dilakukan oleh tersangka Taufik Hidayat ini, petugas menggelar rekonstruksi khusus. Menariknya, proses reka ulang ini tidak dilakukan di lokasi kejadian, melainkan langsung di dalam area Markas Polda Jawa Barat.

Baca Juga: Aturan Pajak Marketplace Mulai Berlaku Agustus 2026, DJP Pastikan Pedagang Kecil Dikecualikan

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan yang matang demi transparansi hukum. Direktur PPA dan PPO Polda Jawa Barat, Kombes Rumi, menjelaskan bahwa reka adegan ini sangat krusial untuk mencocokkan setiap lembar keterangan yang keluar dari mulut tersangka dan para saksi.

Lewat metode ini, tim penyidik bisa menguji keabsahan alat bukti sekaligus merajut kembali kronologi kejadian secara utuh tanpa ada yang terlewat.

Saat memberikan keterangan di hadapan media, Kombes Rumi menekankan pentingnya proses visualisasi ini demi keadilan bagi korban.

"Rekonstruksi ini untuk menyesuaikan dan membuktikan seperti apa peristiwa yang sebenarnya terjadi," kata Rumi hangat namun tegas.

"Rangkaian utuh peristiwa bisa kita lihat. Hari ini kami melaksanakan rekonstruksi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut."

Baca Juga: Menteri HAM Pigai Minta Taufik Hidayat Dihukum Berat, Kasus Penganiayaan YTR Tak Boleh Berakhir Damai

Lebih lanjut, Rumi membeberkan alasan di balik pemindahan lokasi rekonstruksi ke markas polisi yang sempat memicu pertanyaan publik. Ternyata, aksi keji yang dialami korban terjadi di enam lokasi berbeda, sehingga sangat tidak efektif jika petugas harus berpindah-pindah tempat dalam satu hari yang sama.

Selain masalah efisiensi waktu, polisi juga sangat mempertimbangkan kenyamanan warga sekitar dan faktor keamanan.

Pasalnya, beberapa titik lokasi kejadian merupakan area rumah kos padat penghuni, sehingga kehadiran polisi dan tersangka dikhawatirkan bakal memicu kerumunan massa yang mengganggu ketertiban umum.

Baca Juga: Upaya BRI Peduli Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, Gelar Pelatihan Kewirausahaan Bagi Purna Pekerja Migran Indonesia di Cirebon

Meski digelar secara tertutup di dalam ruangan dengan penjagaan yang ketat, Rumi memastikan tidak ada satu pun adegan dari enam lokasi tersebut yang dipotong atau dimanipulasi. Seluruh rangkaian kejahatan diperagakan secara detail dan menyeluruh sesuai dengan fakta yang berhasil dikumpulkan oleh tim di lapangan.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X