Trump mengungkapkan serangan Israel ke wilayah pinggiran selatan Beirut pada Minggu pagi hampir membuat kesepakatan damai Iran-AS gagal total.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai belasan lainnya, meski saat itu situasi tengah mengarah pada gencatan senjata.
Trump menilai operasi militer Israel itu tidak seharusnya dilakukan ketika proses negosiasi damai hampir mencapai tahap akhir.
“Dia orang yang sangat sulit. Dan sejujurnya, dia seharusnya berterima kasih kepada kita karena telah melakukan ini,” ujar Trump merujuk pada Netanyahu.
Baca Juga: Mahasiswa Bertemu Wapres Gibran Usai Demo di Jakarta, Bahas 'Tuntutan 11+9'
Dalam pernyataannya, Trump juga menyinggung ancaman senjata nuklir Iran terhadap Israel. Ia mengklaim keberhasilan kesepakatan damai ini secara tidak langsung menyelamatkan Israel dari ancaman kehancuran.
Menurut Trump, jika Iran berhasil memiliki senjata nuklir, maka posisi Israel akan berada dalam bahaya besar.
“Jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan selama dua jam,” tegas Trump.
Baca Juga: Megawati Bela Aksi Mahasiswa Demo di Bundaran HI, Singgung Pengawalan TNI-Polri Berlebihan
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan dunia karena menunjukkan ketegangan hubungan antara Trump dan Netanyahu di tengah proses diplomasi Timur Tengah yang sangat sensitif.
Kesepakatan damai Iran-AS kini dipandang sebagai salah satu langkah paling penting dalam meredakan konflik kawasan, sekaligus membuka peluang baru bagi stabilitas ekonomi global, terutama terkait distribusi energi dan keamanan jalur perdagangan internasional. ***
Artikel Terkait
Kabar Baik untuk Orang Tua, Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Dibuka Hari Ini
Mahasiswa Bertemu Wapres Gibran Usai Demo di Jakarta, Bahas 'Tuntutan 11+9'
Diduga Terlalu Banyak Hasutan, Ruben Onsu Akhirnya Gugat Hak Asuh Kedua Anaknya
Gempa Bumi M 6,7 Guncang Palu, BMKG Catat Rentetan Gempa Susulan
BGN Bersih-Bersih Program MBG, Semua Dapur Bakal Diaudit selama Libur Sekolah
Kabur dari Wartawan, Nanik S Deyang Bungkam soal Motor Listrik, Anas Urbaningrum: Jangan Hindari Pertanyaan Jurnalis