Soroti Harga Pertamax Naik, Menkeu Purbaya Pastikan Dampaknya ke Harga Barang Tidak Signifikan

Photo Author
- Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38 WIB
Menkeu Purbaya buka suara soal kenaikan Pertamax. (YouTube / KemenkeuRI)
Menkeu Purbaya buka suara soal kenaikan Pertamax. (YouTube / KemenkeuRI)

INSIBERNEWS - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026 memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Sejumlah pihak menilai penyesuaian harga tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi dan daya beli konsumen.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai dampak kenaikan harga Pertamax terhadap perekonomian nasional diperkirakan tidak akan terlalu besar.

Menurutnya, karakteristik pengguna Pertamax berbeda dengan BBM yang umum digunakan untuk sektor distribusi dan logistik.

Baca Juga: Bahlil Pastikan BBM dan LPG Subsidi Tetap Aman, Pemerintah Tegas Tak ada Kenaikkan Harga

Purbaya menjelaskan bahwa Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang mayoritas digunakan oleh kendaraan pribadi.

Sementara itu, kendaraan angkutan barang dan sektor transportasi yang berperan dalam distribusi kebutuhan pokok umumnya menggunakan jenis BBM lain yang tidak terdampak kebijakan tersebut.

Baca Juga: Kasus Hanania Travel Bergulir, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya

Karena itu, pemerintah meyakini kenaikan harga Pertamax tidak akan memicu lonjakan biaya distribusi secara luas. Dengan biaya logistik yang relatif tetap, risiko kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari juga dinilai masih dapat dikendalikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Ia menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan harga energi serta dampaknya terhadap inflasi nasional.

Baca Juga: Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Kenaikan Harga Resmi Berlaku Mulai Hari Ini

Di sisi lain, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan sebagai respons terhadap perubahan harga minyak dunia dan dinamika pasar energi internasional.

Kebijakan tersebut berbeda dengan BBM bersubsidi yang hingga kini masih dipertahankan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X