INSIBERNEWS – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, serta Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal, pada Senin (8/6/2026) sore di Istana Kepresidenan Jakarta.
Kabar tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai mengikuti rapat koordinasi terkait tata kelola ekspor di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Menurutnya, pelantikan akan berlangsung pada pukul 15.00 hingga 16.00 WIB dan menjadi salah satu agenda penting Presiden pada hari ini.
Baca Juga: Tarif Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, Pemprov Janji Tak Bebani Penumpang
"Beberapa agenda Presiden hari ini di antaranya pelantikan pimpinan Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo kepada awak media.
Pelantikan Nanik S Deyang dilakukan setelah Presiden Prabowo melakukan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional, lembaga yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan pemerintah.
Pergantian pimpinan tersebut diharapkan dapat memperkuat efektivitas pelaksanaan program MBG yang menyasar peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Selain melantik Kepala BGN yang baru, Presiden juga akan mengangkat Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden yang membidangi urusan ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh.
Prasetyo menjelaskan bahwa latar belakang Said Iqbal sebagai tokoh buruh menjadi pertimbangan utama Presiden untuk melibatkannya secara langsung dalam penyusunan solusi terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan nasional.
Meski demikian, pemerintah belum mengungkap secara rinci nomenklatur maupun lingkup tugas jabatan yang akan diemban Said Iqbal.
Baca Juga: Tragis! Bocah 11 Tahun di Sragen Tewas dengan Luka Sayatan, Motor dan HP Mendadak Hilang
Menurut Prasetyo, penunjukan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Presiden Prabowo dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja Indonesia, sebuah komitmen yang telah disampaikan sejak masa kampanye hingga awal masa pemerintahannya.
"Pemerintah ingin terus bersama-sama mencari formula terbaik agar persoalan tenaga kerja dan kesejahteraan buruh menjadi prioritas utama," kata Prasetyo.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tajam, Menkeu Purbaya Pastikan Indonesia Jauh dari Krisis 1998
Tragis! Bocah 11 Tahun di Sragen Tewas dengan Luka Sayatan, Motor dan HP Mendadak Hilang
Perlindungan Pekerja Jadi Prioritas, Menaker Minta Perusahaan Daftarkan Pegawainya di Program Jaminan Ketenagakerjaan
15 Tahun Dicari FBI, Buron Kasus Pelecehan Seksual Asal AS Diciduk di Depok
Tarif Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, Pemprov Janji Tak Bebani Penumpang
Said Iqbal Resmi Gabung Kabinet Prabowo, Duduki Posisi Strategis Bidang Ketenagakerjaan