“Penyebabnya ada crossing dengan hong ukuran sekitar tiga meter, kemungkinan karena sudah berusia sehingga keropos,” jelas Sartono kepada wartawan.
Hingga kini, petugas SDA Jakarta Selatan terus melakukan penanganan di lokasi. Alat berat berupa ekskavator dikerahkan untuk mengangkat material dan puing yang jatuh ke dalam lubang, sementara proses perbaikan dilakukan secepat mungkin guna memulihkan akses lalu lintas di kawasan tersebut.
Peristiwa amblesnya Jalan Lenteng Agung ini kembali menyoroti pentingnya pemeriksaan infrastruktur bawah tanah secara berkala, terutama pada jalur padat kendaraan yang berada di atas saluran air maupun konstruksi beton berusia tua. ***
Artikel Terkait
Berkemah Berakhir Tragis, Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Tenda Wisata Posong Temanggung
Korea Selatan Berlakukan Bebas Visa untuk Wisatawan Indonesia, Berlaku Mulai 28 Mei 2026
Tragis! Candaan Berujung Maut, Mahasiswa di NTT Tewas Kena Tembakan Senapan Angin
Bahaya Mengintai di Medsos, Komdigi Ungkap 50 Persen Anak RI Terpapar Konten Seksual
Empat Anggota Keluarga Tewas di Tenda Kemping Posong, Polisi Curigai Keracunan Gas Portable
Kurikulum Baru Bahasa Asing? Prabowo Dorong Prancis dan Portugis Masuk Sekolah Nasional