Interaksi tersebut berpotensi membuka jalan bagi berbagai bentuk penyalahgunaan, mulai dari penyebaran paham negatif, manipulasi psikologis, hingga pelecehan terhadap anak.
Alfreno menyoroti bahwa tidak sedikit anak yang berkomunikasi dengan orang tak dikenal di internet dan kemudian menerima informasi yang menyesatkan atau berbahaya.
“Anak-anak bisa berbicara dengan orang yang tidak dikenal, lalu dicekoki informasi buruk seperti radikalisme. Selain itu, juga berpotensi terjadi pelecehan terhadap anak,” katanya.
Baca Juga: Istana dan Gerindra Kompak Buka Suara soal Sapi Kurban Presiden Rp100 Miliar
Temuan Komdigi ini memperkuat pentingnya pengawasan dan edukasi digital bagi anak-anak. Peran orang tua, sekolah, serta platform digital dinilai sangat penting untuk memastikan anak dapat menggunakan internet secara aman dan sehat.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, literasi digital dan perlindungan anak menjadi langkah penting agar ruang digital tidak berubah menjadi ancaman bagi generasi muda Indonesia. ***
Artikel Terkait
Berkemah Berakhir Tragis, Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Tenda Wisata Posong Temanggung
Iran Tuding AS Langgar Gencatan Senjata, Pangkalan Amerika di Kuwait Diklaim Jadi Sasaran
Diperkosa Tetangga, Siswi SD Ditemukan Tewas di Rumah Kosong, Pelaku Diduga Sudah Lama Mengincar Korban
Korea Selatan Berlakukan Bebas Visa untuk Wisatawan Indonesia, Berlaku Mulai 28 Mei 2026
Ramai Iklan Pulau Katang Dijual Rp65 Miliar, Pemprov Kepri Buka Suara soal Status Hukumnya
Tragis! Candaan Berujung Maut, Mahasiswa di NTT Tewas Kena Tembakan Senapan Angin