Ledakan Balon Udara Berisi Petasan di Blitar Tewaskan Satu dan Dua Anak Terluka

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 27 Mei 2026 | 16:21 WIB
Ledakan Balon Udara Berisi Petasan di Blitar Tewaskan Satu dan Dua Anak Terluka (Istimewa)
Ledakan Balon Udara Berisi Petasan di Blitar Tewaskan Satu dan Dua Anak Terluka (Istimewa)

INSIBERNEWS – Insiden tragis terjadi di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Rabu (27/5/2026). Sebuah balon udara tanpa awak yang dilengkapi petasan meledak dan menyebabkan satu orang meninggal dunia serta dua anak mengalami luka-luka.

Peristiwa tersebut terjadi saat warga setempat tengah melaksanakan salat Idul Adha. Di waktu bersamaan, sejumlah warga diketahui sedang bermain dan menerbangkan balon udara yang digantungi petasan.

Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban bersama beberapa anak berada di lokasi untuk menerbangkan balon udara.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17,800 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN dan Pasar Tetap Terkendali

“Ketika warga sedang melaksanakan salat Idul Adha, korban bersama enam anak lainnya bermain menerbangkan balon udara tanpa awak yang dipasangi petasan,” ujarnya.

Ledakan diduga terjadi saat salah satu korban memegang petasan yang terpasang pada balon udara tersebut. Dentuman keras langsung mengagetkan warga sekitar yang kemudian bergegas menuju lokasi kejadian.

Tiga korban dalam insiden ini diketahui merupakan warga Desa Tambakan, yakni I (23), ADR (11), dan D (12).

Korban I mengalami luka paling parah akibat ledakan tersebut. Tangan kanannya putus hingga bagian siku, sementara wajah dan perutnya mengalami luka bakar serius. Saat ditemukan warga, korban berada dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.

Baca Juga: Remaja Teror Pocong di Pati Ditangkap, Akui Cuma Iseng demi Konten hingga Minta Maaf

Petugas kepolisian bersama tim gabungan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi korban ke rumah sakit.

“Petugas gabungan SPKT dan Tim Inafis Satreskrim Polres Blitar langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi guna mendapatkan perawatan medis,” kata Muheni.

Meski sempat mendapatkan penanganan medis, korban I akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit akibat luka berat yang dialaminya.

Baca Juga: Idul Adha di Gaza Penuh Duka, Warga Palestina Sulit Berkurban di Tengah Dampak Perang

Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka lebih ringan. ADR mengalami lecet pada jari tangan kiri dan dagu, sedangkan D menderita luka lecet pada jari tangan kiri serta bagian wajah. Keduanya masih menjalani perawatan dalam kondisi sadar.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X