INSIBERNEWS - Ketegangan di kawasan Mediterania Timur kembali memanas setelah sejumlah warga negara Indonesia (WNI), termasuk aktivis dan jurnalis, dilaporkan ditangkap tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
Mereka merupakan bagian dari rombongan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, sebuah misi internasional yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan serta menunjukkan solidaritas global bagi rakyat Palestina.
Informasi yang beredar menyebutkan sedikitnya 10 kapal kemanusiaan diadang oleh kapal militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Baca Juga: Pemerintah Impor CNG Gantikan LPG 3 Kg, China Jadi Pemasok Awal Tabung
Di bawah koordinasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat sembilan WNI yang ikut dalam pelayaran kemanusiaan tersebut. Mereka terdiri dari relawan kemanusiaan serta jurnalis dari berbagai media nasional.
Dari jumlah itu, lima WNI dilaporkan telah diintersep dan ditangkap, sedangkan empat lainnya masih melanjutkan pelayaran.
Beberapa WNI yang dilaporkan ditahan oleh pasukan Israel antara lain:
- Andi Angga di kapal Josef
- Jurnalis Republika Bambang Noroyono di kapal Bolarize
Tiga WNI di kapal Ozgurluk, yakni:
- Jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo Nugroho
- Jurnalis Republika Thoudy Badai Rifan Billah
- Jurnalis iNews Heru Rahendro
Baca Juga: SMAN 1 Sambas Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar Kalbar, Minta Nama Baik Dipulihkan dan Jaminan Keamanan
Penangkapan tersebut memicu kekhawatiran luas, terutama karena para peserta misi merupakan relawan dan jurnalis yang menjalankan agenda kemanusiaan.
MUI Kecam Penangkapan Aktivis dan Jurnalis
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan Israel yang mengintersep serta menahan peserta Global Sumud Flotilla.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mengaku sangat prihatin atas insiden itu.
Menurutnya, langkah Israel justru menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap semakin besarnya dukungan dunia terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Baca Juga: Status Darurat Global Ditetapkan WHO, Wabah Ebola di Afrika Jadi Perhatian Dunia
Artikel Terkait
Diduga Terdesak Utang, Sopir Ekspedisi Kabur Bawa Truk Operasional Milik Majikan
Status Darurat Global Ditetapkan WHO, Wabah Ebola di Afrika Jadi Perhatian Dunia
Takuti Pengendara, Manusia Silver yang Viral Todong Pisau di Kuta Bali Diringkus Polisi
Calvin Verdonk Disorot Media Prancis, Berpeluang Jadi Pemain Timnas Indonesia Pertama di Liga Champions
Pemerintah Impor CNG Gantikan LPG 3 Kg, China Jadi Pemasok Awal Tabung
Pemerintah Pastikan Pasokan Energi Aman Lewat Impor Minyak Rusia