“Kami mendesak pihak penyelenggara untuk memulihkan kembali nama baik SMAN 1 Sambas dan memberikan jaminan keamanan terkait kondisi psikis murid sebelum mewakili Kalbar pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026 di tingkat nasional,” tegas pihak sekolah.
Bantah Tuduhan Kecurangan dan Nepotisme
SMAN 1 Sambas juga membantah berbagai tuduhan yang beredar selama polemik berlangsung. Sekolah memastikan para peserta telah mengikuti seluruh tahapan lomba sesuai aturan yang berlaku.
Pihak sekolah dengan tegas menolak berbagai tudingan mengenai praktik curang maupun dugaan pengaturan hasil lomba.
“Membantah keras tuduhan kecurangan, penyuapan, tindak nepotisme, dan prasangka setting kemenangan yang dituduhkan kepada SMAN 1 Sambas,” tulis pernyataan tersebut.
Baca Juga: Taiwan Tegas Tolak Klaim China, Respons Peringatan Trump soal Kemerdekaan
Soroti Sikap Penyelenggara dan Serangan di Media Sosial
Meski mengapresiasi langkah klarifikasi yang dilakukan MPR, SMAN 1 Sambas tetap menyampaikan kekecewaannya terhadap respons penyelenggara yang dianggap terlambat saat polemik memanas.
Menurut pihak sekolah, minimnya pelurusan informasi sejak awal membuat sekolah berada dalam posisi yang terus mendapat tekanan publik.
“Menyayangkan abainya penyelenggara dalam meluruskan informasi terkait polemik ini sehingga SMAN 1 Sambas terus-menerus terpojok,” ungkap pihak sekolah.
Baca Juga: 12 Kecamatan di Temanggung Masuk Zona Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan Langkah Darurat
Tak hanya itu, sekolah turut mengecam berbagai opini, narasi, hingga tuduhan yang berkembang di media sosial dan dinilai menyerang institusi sekolah, dewan guru, staf tata usaha, siswa, bahkan alumni.
Polemik LCC 4 Pilar Kalbar kini masih menjadi perhatian publik, sementara sikap resmi SMAN 1 Sambas menambah babak baru dalam penyelesaian persoalan yang mencuat usai penetapan juara tingkat provinsi. ***
Artikel Terkait
BRICS Desak Gencatan Senjata Tanpa Syarat di Gaza, Rekonstruksi Diperkirakan Capai Rp1,2 Kuadriliun
Diduga Terdesak Utang, Sopir Ekspedisi Kabur Bawa Truk Operasional Milik Majikan
Status Darurat Global Ditetapkan WHO, Wabah Ebola di Afrika Jadi Perhatian Dunia
Nyaris Diamuk Massa, Oknum Pimpinan Ponpes di Garut Diamankan Polisi Usai Dugaan Pencabulan Santriwati Mencuat
Taiwan Tegas Tolak Klaim China, Respons Peringatan Trump soal Kemerdekaan
Takuti Pengendara, Manusia Silver yang Viral Todong Pisau di Kuta Bali Diringkus Polisi