Kontroversi muncul saat sesi pertanyaan rebutan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Saat itu, regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan oleh Presiden. Namun, jawaban tersebut dinilai kurang tepat oleh dewan juri sehingga tim mendapatkan pengurangan poin.
Pertanyaan kemudian diberikan kepada regu lain. Regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang dinilai serupa dan justru memperoleh nilai penuh dari dewan juri.
Baca Juga: Terjadi Lagi, Keracunan MBG di Pulogebang Buat 252 Siswa SD Jalani Perawatan di Sejumlah Faskes
Keputusan tersebut langsung diprotes oleh regu C yang merasa telah menyampaikan jawaban yang sama. Perdebatan antara peserta dan dewan juri pun terjadi di hadapan penonton.
Salah satu dewan juri kemudian menjelaskan bahwa persoalan terletak pada artikulasi jawaban peserta yang dianggap tidak terdengar jelas saat menyebutkan unsur DPD.
Momen tersebut viral di media sosial dan menuai berbagai respons dari warganet yang mempertanyakan konsistensi penilaian dalam perlombaan tersebut. ***
Artikel Terkait
Pria Tendang dan Hadang Ambulans di Depok Ditangkap, Aksi Viral Tuai Kecaman
Hilang Usai Erupsi Gunung Dukono, Dua Pendaki Asal Singapura Ditemukan Meninggal Tertimpa Batu
Menkeu Purbaya Bicara Soal Utang RI yang Nyaris Rp10 Ribu Triliun: Masih Aman
Rocky Gerung Soroti Sidang Nadiem Makarim, Singgung 'Karat Politik' dalam Persidangan Chromebook
Aksi Nekat Seorang Ayah Diduga Sekap 3 Balita dan Hendak Bakar Rumah di Bandung, Polisi Lakukan Evakuasi Dramatis