Polisi mengungkapkan para pelaku tinggal di sekitar lokasi penggerebekan. Sementara ruangan di dalam gedung hanya dipakai sebagai pusat operasional judi online.
“Tempat itu memang digunakan khusus untuk operasional perjudian online, sedangkan para pelaku tinggal di sekitar kawasan tower,” ungkap Wira.
Dari hasil pemeriksaan sementara, sebagian besar pelaku ternyata sudah mengetahui tujuan kedatangan mereka ke Indonesia adalah untuk bekerja mengoperasikan situs judi online.
“Dari pemeriksaan, ada yang mengaku terpaksa, ada juga yang sadar. Namun mayoritas memang sudah tahu akan bekerja di bidang judi online,” tambahnya.
Dalam operasi tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa paspor, komputer, laptop, telepon genggam, perangkat jaringan internet, monitor, hingga brankas.
Selain itu, aparat juga mengamankan uang tunai dalam berbagai mata uang dengan total mencapai sekitar Rp1,9 miliar.
Bareskrim Polri kini masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang menjadi pengendali utama jaringan judi online internasional tersebut.
Baca Juga: Mahasiswa ITB Hilang Saat Turun dari Gunung Puntang, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Menurut Wira, saat ini penyidik masih fokus memeriksa ratusan pelaku yang telah diamankan, termasuk menelusuri peran koordinator di setiap bagian operasional.
“Kami tetap berkomitmen melakukan pengembangan sampai ke pihak yang berada di level atas,” tegasnya.
Atas kasus tersebut, para pelaku dijerat dengan Pasal 426 dan/atau Pasal 607 juncto Pasal 20 dan/atau Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta aturan penyesuaian pidana lainnya. ***
Artikel Terkait
Pendaki Terjebak Saat Gunung Dukono Erupsi, SAR Kerahkan Ratusan Personel
Minibus Diduga Angkut BBM Terbakar Hebat di Kembangan, Lima Mobil Damkar Dikerahkan
Iran Buka Suara Soal Kondisi Terkini Mojtaba Khamenei, Cedera hingga Kehilangan Istri
Mahasiswa ITB Hilang Saat Turun dari Gunung Puntang, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Sempat Curhat Soal Rumah Tangga, Ibu Muda di Mamuju Nekat Minum Racun Bersama Tiga Anak
AS Tunggu Jawaban Iran soal Proposal Damai, Israel Tak Henti Gempur Lebanon Bikin Dunia Cemas