Menhub Buka Suara Soal Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi, Publik Diminta Bersabar

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 28 April 2026 | 18:17 WIB
Menhub Buka Suara Soal Tabrakan KRL dan Argo Bromo, Publik Diminta Bersabar (Antara)
Menhub Buka Suara Soal Tabrakan KRL dan Argo Bromo, Publik Diminta Bersabar (Antara)

INSIBERNEWS - Pemerintah memilih berhati-hati dalam mengungkap penyebab kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. 

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan insiden tersebut.

Dalam keterangannya pada Selasa (28/4/2026), Dudy menekankan bahwa seluruh proses investigasi sepenuhnya diserahkan kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Menurutnya, langkah ini penting agar penyelidikan berjalan objektif dan sesuai prosedur.

Baca Juga: Bea Masuk Nol Persen, Strategi Pemerintah Tekan Biaya Industri Plastik dan Stabilkan Harga Pangan

“Kami tidak ingin menduga-duga. Ini adalah kecelakaan serius, dan penanganannya harus mengikuti mekanisme yang berlaku,” ujar Dudy di lokasi kejadian.

Pemerintah juga tidak memberikan target waktu tertentu kepada KNKT dalam menyelesaikan investigasi. Dudy menegaskan bahwa lembaga tersebut memiliki metode dan standar tersendiri dalam mengusut kecelakaan transportasi.

Sikap serupa disampaikan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin. Ia menyebut pihak KAI bersama Kementerian Perhubungan sepakat menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada KNKT tanpa intervensi.

Baca Juga: Terkini! Korban Tewas Tabrakan KRL vs Argo Bromo Bertambah Jadi 15 Orang, Puluhan Masih Dirawat

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan juga mulai menyoroti keberadaan taksi listrik Green SM yang diduga terlibat dalam rangkaian kejadian. Kendaraan tersebut disebut mengalami mogok di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur dan tertemper KRL dari arah Cikarang.

Tak lama setelah insiden itu, tabrakan besar antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pun terjadi di area stasiun.

Menhub Dudy mengaku telah memerintahkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat untuk memanggil pengelola Green SM guna melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan di perlintasan sebidang tetap terjaga.

Baca Juga: Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru! Berikut Jejak Reshuffle Kabinet Merah Putih

Pihak Green SM Indonesia juga telah memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Dalam unggahan di akun media sosial resminya, perusahaan menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian yang melibatkan salah satu unit kendaraannya.

Mereka menegaskan tengah memberikan perhatian penuh dan siap bekerja sama dalam proses investigasi yang berlangsung.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X