Korban luka dari KRL langsung dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
Berdasarkan keterangan resmi Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, pada Selasa pagi (28/4/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 7 orang.
Selain itu, 81 orang mengalami luka-luka dan tiga orang sempat terjebak di dalam rangkaian kereta.
Baca Juga: Diplomasi AS-Iran yang Buntu Picu Lonjakan Tajam Harga Minyak Dunia
KAI Sampaikan Permohonan Maaf dan Lakukan Investigasi
PT KAI menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban serta keluarga yang ditinggalkan. Pihak perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.
“Kami fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan secepat mungkin,” ujar VP Corporate Communication KAI.
Sebagai langkah penanganan lanjutan, KAI mendirikan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi secara cepat dan akurat.
Baca Juga: Menlu Iran Abbas Araghchi Temui Putin di Tengah Gagalnya Negosiasi dengan AS, Ada Apa?
Saat ini, investigasi menyeluruh tengah dilakukan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan tragis tersebut, sekaligus mencegah kejadian serupa di masa mendatang. ***
Artikel Terkait
Keluarga Soroti Kejanggalan Kasus PRT Loncat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Dalami Dugaan Tekanan Kerja
Teror Air Keras di Cengkareng: Pengendara Sepeda Listrik Diserang OTK, Polisi Buru Pelaku
Prabowo Reshuffle Kabinet, Resmi Lantik 6 Pejabat Baru! Ada Eks KSAD Dudung Abdurachman hingga Ketum KSPSI Jumhur Hidayat
Eks KSAD Dudung Abdurachman Resmi Dilantik Prabowo Jadi KSP Usai Reshuffle, Siap Buka Aduan 24 Jam untuk Rakyat
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru! Berikut Jejak Reshuffle Kabinet Merah Putih