Ketegangan di kawasan turut berdampak pada jalur pelayaran global. Aktivitas di Selat Hormuz dilaporkan mengalami gangguan signifikan sejak eskalasi konflik meningkat pada akhir Februari lalu.
Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia dan potensi dampak ekonomi jangka panjang.
Di sisi lain, upaya diplomasi belum menunjukkan hasil konkret. Mantan Presiden AS Donald Trump disebut memperpanjang gencatan senjata secara sepihak sambil menunggu proposal baru dari Iran untuk melanjutkan perundingan di Islamabad.
Baca Juga: Tragis! Cekcok Antrean Berujung Sopir Angkot Dibakar Hidup-Hidup di Tanah Abang
Namun, pihak Teheran menolak untuk terlibat lebih jauh dalam kondisi saat ini.
Iran menilai tuntutan Washington terlalu berat dan menyebut keberadaan blokade laut oleh AS sebagai hambatan utama dalam proses menuju perdamaian.
Situasi ini menandakan bahwa konflik masih jauh dari kata usai, dengan kedua pihak tetap mempertahankan sikap keras dan kesiapan militer masing-masing. ***
Artikel Terkait
Sisa Rp120 Triliun, Menkeu Purbaya Bantah Kas Negara Menipis: Uang Kita Masih Banyak!
Latihan Berujung Maut! Dua Helikopter Angkatan Laut Malaysia Tabrakan di Udara, 10 Awak Tewas
Dirahasiakan Demi Politik, Netanyahu Akui Indap Kena Kanker Prostat
Cekcok Berujung Maut, Suami di Banyuwangi Nekat Bakar Istri, Keduanya Kritis
Tragis! Cekcok Antrean Berujung Sopir Angkot Dibakar Hidup-Hidup di Tanah Abang
Daycare di Yogyakarta Digerebek, Anak Diduga Diikat hingga Minim Pakaian Buat Polisi Turun Tangan