Sejauh ini, enam personel UNIFIL dilaporkan tewas akibat berbagai serangan di wilayah tersebut. Situasi keamanan yang memburuk membuat misi perdamaian menghadapi risiko yang semakin tinggi.
Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Indonesia telah kehilangan empat prajurit terbaiknya dalam misi UNIFIL:
- Praka Farizal Rhomadhon (29 Maret 2026)
- Praka Rico Pramudia (wafat 24 April 2026)
- Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar (30 Maret 2026)
- Sertu Muhammad Nur Ikhwan (30 Maret 2026)
Kapten Zulmi dan Sertu Ikhwan gugur saat konvoi yang mereka kawal diserang sehari setelah insiden pertama.
Selain Indonesia, Prancis juga kehilangan dua tentaranya setelah patroli mereka diserang pada 18 April 2026.
Baca Juga: India Geram Disebut Trump 'Lubang Neraka', Hubungan Diplomasi Terancam?
PBB kembali mengingatkan semua pihak yang terlibat konflik untuk mematuhi hukum internasional dan menjamin keselamatan personel penjaga perdamaian.
Ketegangan yang terus meningkat di Lebanon selatan menjadi perhatian serius komunitas internasional, mengingat potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. ***
Artikel Terkait
Polisi Resmi Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Sebagai Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Santri
AS Sebut Perompakan, Pasukan Bertopeng yang Diduga Militer Iran Geruduk 2 Kapal Kargo MSC di Selat Hormuz
India Geram Disebut Trump 'Lubang Neraka', Hubungan Diplomasi Terancam?
Heboh Pajak Selat Malaka, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Akhirnya Buka Suara
Tiga Eks Bos Sritex Dituntut 16 Tahun Penjara, Jaksa Beberkan Kerugian Negara Rp1,3 Triliun