Di tengah kritik tersebut, Indonesia justru mendapat perhatian karena komitmen nyata di lapangan. Pemerintah menyatakan kesiapan untuk mengirim hingga 8.000 pasukan penjaga perdamaian ke Gaza.
Prabowo menegaskan bahwa, “Indonesia tidak masuk daftar kontributor finansial karena saya tidak menjanjikan uang. Tapi kami siap menyediakan pasukan penjaga perdamaian, dalam jumlah berapa pun yang dibutuhkan.”
Lebih lanjut, Prabowo juga membuka kemungkinan Indonesia menarik diri dari BoP apabila keanggotaan tersebut tidak sejalan dengan kepentingan nasional atau tidak memberikan manfaat bagi rakyat Palestina.
Pernyataan ini memperlihatkan pendekatan tegas Indonesia dalam menjaga kedaulatan kebijakan luar negeri, sekaligus memastikan setiap langkah internasional tetap berpihak pada nilai kemanusiaan dan kepentingan strategis nasional. ***
Artikel Terkait
Bukan Karena Sakit, KPK Ungkap Alasan Eks Menag Yaqut jadi Tahanan Rumah
Pemerintah Terapkan WFH usai Lebaran 2026, Publik Teringat Momen Krisis BBM era 1974
Bawa Ketupat dan Kue Kering, Karina Ranau Kena Nyinyir Usai Rayakan Lebaran di Makam Epy Kusnandar
Pemerintah Imbau WFA, Ini Prediksi Puncak Arus Balik dan Info Diskon Tol Lebaran 2026
Viral! Rapper Central Cee Bungkus Paket Lebaran untuk Lansia Jelang Konser, Banjir Apresiasi Warganet
Soroti Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, PSHK-LBH Jakarta Desak Kasus Harus Diadili di Peradilan Umum