INSIBERNEWS - Pemerintah melalui Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan), yang berisi pegawai dan personel dari Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, serta Bareskrim Polri. Berupaya untuk menjaga agar harga komoditas pangan strategis atau sembako tetap stabil pada momen hari raya Nyepi dan Idulfitri 2026.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam konferensi pers Kesiapan Infrastruktur dan Pangan Jelang Nyepi dan Idulfitri, Rabu (18/3), menyampaikan komitmen satgas pangan.
“Bagaimana kita memastikan tidak ada oknum yang mencari kesempatan dalam kesempitan, apalagi di situasi Ramadan dan Idulfitri ini,” katanya.
Baca Juga: Konten SPPG Cilacap Dinilai Tone Deaf, Ustadz Hilmi: Jangan Bandingkan MBG dengan Krisis Palestina!
Dia mencontohkan pengawasan daging. Satgas Pangan akan memonitor sentra-sentra produksi daging mulai dari tempat penggemukan sapi, rumah potong hewan (RPH), hingga ke pedagang di hilir.
“Sehingga kita bisa telusuri mana kala ada harga di atas HET (harga eceran tertinggi). Maka, trace-nya ketahuan siapa yang menaikkan harga yang tidak sesuai dengan aturan,” katanya.
Hal yang sama juga diberlakukan untuk memantau komoditas telur dan daging ayam. Dengan begitu, Satgas Pangan bisa dengan mudah memantau di titik mana produsen melakukan mark up harga.
Baca Juga: Berbagi Keberkahan, ANTAM Laksanakan Safari Ramadan 1447H di Wilayah Operasi
Jika terbukti ada yang mengerek harga, Satgas Pangan akan langsung memberikan sanksi mulai dari administratif seperti mencabut usaha hingga pidana jika ada kecurangan.
“Sudah ada beberapa contoh di beberapa tempat dan di waktu-waktu yang lampau. Siapa yang melanggar akan ditindak tegas karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak” kata Sudaryono.
Menurutnya, harga komoditas pangan strategis ini mendapat perhatian besar dari Presiden RI Prabowo Subianto. “Bapak Presiden secara dekat, secara berkala, dan secara intens memonitor,” katanya.
Baca Juga: Sebut Warga ‘Rakyat Jelata’, Status WhatsApp Diduga Petugas SPPG Purbalingga Banjir Kritik
Jika masih ditemukan ada harga sembako yang tidak sesuai HET, Sudaryono meminta masyarakat untuk aktif melaporkan. Baik itu melalui telepon atau melalui media sosial.
“Mau diviralkan, boleh. Tapi tentunya tugas kita adalah menyelesaikan persoalan, mencari masalah, menemukan solusi.”
Artikel Terkait
Program Mudik Bersama BUMN dan ESDM, ANTAM Berangkatkan 500 Pemudik
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tidak Naik di Kuartal II 2026
Pemerintah Cairkan Bonus Atlet ASEAN Para Games dan Siapkan Pendampingan Literasi Keuangan
Blunder di TikTok, SPPG Cilacap Minta Maaf Usai Buat Video MBG Singgung Krisis Gaza
Konten SPPG Cilacap Dinilai Tone Deaf, Ustadz Hilmi: Jangan Bandingkan MBG dengan Krisis Palestina!
Antisipasi Kepadatan Arus Mudik, Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way, Berikut Ini Rinciannya