INSIBERNEWS - Musim mudik Lebaran 2026 resmi dimulai, membawa gelombang besar perantau kembali ke kampung halaman. Salah satu titik terpadat terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, yang menjadi jalur utama penyeberangan menuju Banyuwangi.
Pada Minggu, 15 Maret 2026, kepadatan ekstrem tak terhindarkan. Ribuan kendaraan, terutama sepeda motor dan mobil pribadi, memadati area pelabuhan hingga menyebabkan antrean panjang yang mencapai puluhan kilometer.
Lonjakan jumlah kendaraan membuat antrean mengular hingga sekitar 35 kilometer. Kondisi ini diperparah oleh cuaca panas yang menyengat, membuat banyak pemudik kelelahan setelah berjam-jam menunggu giliran naik kapal.
Tak sedikit pemudik yang mengalami kelelahan fisik dan mental. Bahkan, dilaporkan sebanyak 16 orang pingsan akibat kondisi tersebut. Mayoritas dari mereka adalah pengendara sepeda motor yang harus bertahan di tengah panas tanpa perlindungan memadai.
Momen Tak Terduga: Pemudik Minta Disiram Air
Di tengah kemacetan, muncul momen unik yang viral di media sosial. Sejumlah pemudik terlihat meminta bantuan petugas pemadam kebakaran untuk menyiramkan air guna mengurangi rasa panas.
Aksi ini menjadi sorotan setelah diunggah oleh akun TikTok, memperlihatkan bagaimana para pemudik mencoba bertahan di tengah situasi sulit. Beberapa di antaranya mengaku terjebak macet hingga empat jam.
Selain kelelahan, suasana di lokasi juga diwarnai suara klakson, kepadatan ekstrem, hingga ketegangan antara pengendara dan petugas. Meski begitu, ada juga sisi kemanusiaan pemudik yang membawa anak kecil mendapat prioritas untuk lebih dulu melintas.
Baca Juga: Fasilitas Lengkap! 104 KK Korban Bencana di Aceh Utara Tempati Hunian Tetap
Untuk mengatasi lonjakan arus mudik, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mengambil langkah cepat dengan menambah armada kapal penyeberangan.
Sebanyak 35 kapal dioperasikan, terdiri dari 28 kapal reguler dan tambahan 7 kapal, dengan sistem pelayanan hingga delapan trip per hari. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses penyeberangan dan mengurai kepadatan.
Lonjakan Penumpang dan Kendaraan Signifikan
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran ASDP Ketapang, terjadi peningkatan signifikan jumlah penumpang dan kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya.
Total penumpang mencapai 80.416 orang, naik 33,8%
- Kendaraan roda dua: 18.306 unit (naik 52,7%)
- Kendaraan roda empat: 5.044 unit (naik 9,2%)
- Total kendaraan: 25.885 unit (naik 35,4%)
Lonjakan ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mudik, sekaligus menjadi tantangan besar bagi pengelolaan transportasi selama musim Lebaran.
Artikel Terkait
Curhatan Guru di Semarang soal Program Makan Bergizi Gratis: Tugas Bertambah, Pulang Sekolah Jadi Lebih Lama
Fasilitas Lengkap! 104 KK Korban Bencana di Aceh Utara Tempati Hunian Tetap
Hadapi Ancaman Krisis Global, DPR Dukung Wacana Pemotongan Gaji Pejabat yang Diusulkan Prabowo
Sebut Warga ‘Rakyat Jelata’, Status WhatsApp Diduga Petugas SPPG Purbalingga Banjir Kritik
Sindir Polisi Lamban Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Siskaeee: 'Giliran Konten Dewasaku Saja Cepat Ketangkep'