INSIBERNEWS - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah pejabat senior Iran menyatakan bahwa peluang diplomasi dengan Amerika Serikat semakin menipis.
Teheran bahkan menegaskan kesiapannya menghadapi konflik berkepanjangan dengan Washington sambil meningkatkan tekanan terhadap negara-negara Teluk.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh penasihat kebijakan luar negeri Iran, Kamal Kharazi.
Dalam keterangannya, Kharazi menyebut Iran tidak lagi melihat ruang bagi jalur diplomasi setelah serangkaian perundingan yang dinilai tidak menghasilkan komitmen nyata dari pihak Amerika Serikat.
Diplomasi Dinilai Tidak Lagi Efektif
Menurut Kharazi, Iran merasa dikhianati dalam proses negosiasi sebelumnya. Ia menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak menepati kesepakatan yang telah dibahas dalam dua putaran perundingan.
Kharazi mengatakan bahwa saat Iran masih terlibat dalam dialog diplomatik, Amerika Serikat justru melancarkan serangan militer. Kondisi tersebut membuat Teheran menilai bahwa jalur diplomasi tidak lagi dapat diandalkan untuk meredakan konflik.
Ia menambahkan, satu-satunya cara menghentikan konflik adalah melalui tekanan ekonomi global yang cukup kuat sehingga mendorong negara lain ikut turun tangan.
Baca Juga: Pemerintah RI Dapat Dukungan dari MUI untuk Terus Aktif Dorong Perdamaian Dunia
Iran Dorong Negara Teluk Tekan Washington
Dalam wawancara tersebut, Kharazi juga mengisyaratkan bahwa negara-negara Teluk memiliki peran penting dalam meredakan ketegangan. Menurutnya, tekanan ekonomi akibat konflik sudah mulai dirasakan di berbagai negara, terutama dalam bentuk inflasi dan potensi krisis energi.
Jika kondisi ini terus berlanjut, Kharazi menilai negara-negara lain pada akhirnya akan dipaksa untuk mengambil langkah diplomatik guna menghentikan aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Ia menyarankan negara-negara Arab Teluk serta pihak lain untuk menggunakan pengaruhnya guna menekan Washington agar segera mengakhiri konflik.
Kepemimpinan Iran Disebut Tetap Solid
Kharazi juga menegaskan bahwa militer dan kepemimpinan Iran tetap bersatu menghadapi situasi yang semakin memanas. Ia menekankan bahwa pemimpin Republik Islam Iran memiliki tanggung jawab penuh dalam menjaga kemampuan pertahanan negara.
Artikel Terkait
Puluhan Santri di Jombang Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG Saat Buka Puasa, 28 Orang Dirawat di Rumah Sakit
Chua Kotak Bagikan Kisah Menyentuh Saat Melayat Vidi Aldiano di Rumah Duka
Kronologi Kasus Pembunuhan Anggota Federasi Pekerja di Bekasi, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi
Polemik Menu Lele Mentah MBG di SMAN 2 Pamekasan: 1.022 Porsi Ditolak, Ini Penjelasan Sekolah dan BGN
Imbas Viral Makanan Berbelatung, Operasional SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 Malang Dihentikan Sementara oleh BGN
Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah, Menkeu Purbaya: Kita Masih Aman